<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>kejam &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://wordpress.com/tag/kejam/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "kejam"</description>
	<pubDate>Sat, 06 Sep 2008 07:17:44 +0000</pubDate>

	<generator>http://wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[Jangan Pilih Kampus Ndeso !]]></title>
<link>http://papabonbon.wordpress.com/?p=506</link>
<pubDate>Wed, 20 Aug 2008 17:45:54 +0000</pubDate>
<dc:creator>papabonbon</dc:creator>
<guid>http://papabonbon.wordpress.com/?p=506</guid>
<description><![CDATA[Mengapa ?  Karena jarang ada beasiswa.  :((
Berikut ini salah satu curhat dari seorang kawan.
]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Mengapa ?  <strong>Karena jarang ada beasiswa</strong>.  :((</p>
<p>Berikut ini salah satu curhat dari seorang kawan.</p>
<p>---</p>
<p><span>yah, beginilah nasib, deritanya tiada akhir.. :-)</span></p>
<p> </p>
<p><span>memang keadilan belum berpihak kepadaku mas, padahal tadi udah ngotot2 nemuin PR3 tapi apa yang beliau katakan,<strong> "ini negeri mas, nanti kalau mbayarnya kurang itu gak bisa keluar nomornya, maaf ya mas"</strong></span></p>
<p> </p>
<p><span>WOW.... miris sekali kata-katanya.... sampai ibuku tercinta tercengang.. kok ada ya orang setega itu.. </span></p>
<p><span>setelah itu PR itu bertelepon, katanya sih dibicarakan dulu sama bagian keuangan dan panitia penerimaan, nah baru beliau memberi kebijakan <strong>"buk, dek, begini, kita sepakat untuk memberi kebijakan terakhir, hari ini kan hari terakhir registrasi, maka dari itu ibu dan adek kami beri disposisi sampai besok jam tiga. dan kami akan tunggu..</strong></span></p>
<p><span>" wuih.... gila.. emang cari uang sejuta satu hari itu gampang apa?   ya sudah deh... ;( diterima apa adanya dan kembali kekenyataan, aku gak bisa kulian tahun ini kalau besok aku gak bisa dapetin uang itu. sulit benar ya sekarang masuk universitas. padahal ini trunojoyo, universitas murah super murah gak lebih dua juta setengah daftar ulangnya gak bisa diringankan atau dicicil, apalagi kayak UI, ITB, ITS UGM Brawijaya yang punya pamor besar di indonesia  ??? jadi takut aku masuk sana..</span></p>
<p><span>thanks ya mas atas info2nya. hehe.. :) kata mas andrea " bermimpilah karena tuhan akan memeluk mimpi-mimpimu" </span></p>
<p><span>thanks.</span></p>
<p><span>---</span></p>
<p><span>related post</span></p>
<ul>
<li><span><a href="http://papabonbon.wordpress.com/2008/05/19/apalagi-benefit-kuliah-di-ui/">http://papabonbon.wordpress.com/2008/05/19/apalagi-benefit-kuliah-di-ui/</a></span></li>
<li><span><a href="http://papabonbon.wordpress.com/2008/05/19/kalau-pinter-kuliah-saja-di-ui/">http://papabonbon.wordpress.com/2008/05/19/kalau-pinter-kuliah-saja-di-ui/</a></span></li>
<li><span><a href="http://papabonbon.wordpress.com/2008/05/19/jangan-pilih-universitas-ndeso/">http://papabonbon.wordpress.com/2008/05/19/jangan-pilih-universitas-ndeso/</a></span></li>
</ul>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Mengapa Kejahatan makin KEJAM????..]]></title>
<link>http://gusthy.wordpress.com/?p=287</link>
<pubDate>Mon, 04 Aug 2008 21:30:26 +0000</pubDate>
<dc:creator>gusthy</dc:creator>
<guid>http://gusthy.wordpress.com/?p=287</guid>
<description><![CDATA[Akhir-akhir ini kita banyak  dijejali dengan berita-berita kriminal atau berita-berita tentang keja]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://gusthy.wordpress.com/files/2008/08/ist2_697987_mystery_novel_crime.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-288" src="http://gusthy.wordpress.com/files/2008/08/ist2_697987_mystery_novel_crime.jpg?w=300" alt="" width="232" height="157" /></a>Akhir-akhir ini kita banyak  dijejali dengan berita-berita kriminal atau berita-berita tentang kejahatan manusia terhadap sesamanya. Tentu yang paling heboh adalah berita pembunuhan "<a href="http://gusthy.wordpress.com/2008/08/02/ryan-si-jagal-jombang/">Si jagal Jombang " </a>Ryan yang dengan tega membunuh lebih dari 10 korbannya dan bahkan ada yang dimutilasi. Tidak hanya tentang Ryan saja...tetapi yang lain juga. Ada mayat yang ditemukan dalam koper yang diduga pada waktu dibuang ke dalam koper korban masih hidup. Ada juga mayat ditemukan di hotel yang tidak hanya dicabut nyawanya tetapi juga dipotong-potong...mengerikan....dan yang terakhir berita terbunuhnya mantan petinggi departemen keuangan yang dibunuh bersama isteri dan pembantunyanya dan yang melakukannya adalah petugas keamanan di lingkungan rumah korban. Korban yang sudah lanjut usia juga tidak hanya dibunuh tetapi juga dicincang...dan yang paling baru diceritakan oleh rekan kerja saya, maling motor membacok korbannya sampai tewas di daerah rumahnya Petemon Surabaya. Bagaimana kita mengartikan semua ini??????Mengapa kejahatan semakin kejam?????<!--more--></p>
<p>Ada beberapa faktor yang membuat kejahatan yang semakin kejam bisa terjadi ????</p>
<ul>
<li><strong><em>Faktor ekonomi</em></strong>...sangat masuk akal jika faktor ini menyebabkan orang semakin sulit dalam menjalani kehidupan...demi mempertahankan hidup orang berani untuk berbuat apa saja, merampok bahkan membunuh korbannya. Alasannya macam-macam jika para pelaku ini ditanya mengapa melakukan hal tersebut...untuk biaya anak berobat, biaya sekolah, membayar utang, dan bahkan untuk biaya perkawinan pun mereka rela berbuat kriminal.Kalau ditarik kesimpulan tentang alasan tersebut... pada dasarnya adalah ketidakmampuan mereka untuk merencanakan dan mengelola kehidupan.Di samping memang karena biaya hidup yang semakin mahal.</li>
<li><strong><em>Faktor Pengaruh media</em></strong>.... menyalahkan hanya faktor ekonomi juga sudah tidak relevan saat ini...kita melihat, membaca dan menyaksikan tayangan kekerasan dan kejahatan lewat media. media cetak maupun televisi menyajikan berita kejahatan secara vulgar tanpa sensor. Ini adalah salah satu efek kebebasan menyajikan dan memperoleh informasi. Dan ini langsung ataupun tidak langsung berpengaruh pada masyarakat. Masyarakat mendemonstrasikan apa yang mereka baca dan mereka tonton. Kita pasti masih ingat tentang  berita "Smack Down"...tayangan televisi/ media  jelas-jelas memberi efek nyata terhadap kehidupan masyarakat yang mengkonsumsinya.</li>
<li>Dua hal di atas mungkin adalah faktor di luar diri kita sebagai manusia...Dari dalam diri manusia sendiri,  bagaimana faktor penghargaan dan kepekaan terhadap orang lain sudah tidak ada. Rasa kemanusiaannya sudah hilang...sehingga tanpa banyak pikir para pelaku kejahatan tersebut melakukan aksinya membunuh sesamanya bahkan anak dan anggota keluarganya.</li>
</ul>
<p>Yang paling penting sekarang adalah bagaimana kita  mengelola dan merencanakan kehidupan ekonomi kita. Bagaimana kita  menentukan apa yang layak kita baca, kita tonton dan sebagainya. Juga bagaimana kita menjaga hubungan dengan "Sang Pemberi Nyawa". Tidak lupa bagaimana aparat hukum bekerja keras menegakkan keadilan......</p>
<p>GBU All....</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Amat Kejamnya Kejahatan]]></title>
<link>http://vgsiahaya.wordpress.com/?p=672</link>
<pubDate>Mon, 04 Aug 2008 06:47:02 +0000</pubDate>
<dc:creator>vq</dc:creator>
<guid>http://vgsiahaya.wordpress.com/?p=672</guid>
<description><![CDATA[Kejahatan amat kejam terjadi berturut-turut. Sering, bahkan belakangan ini amat sering dan amat keja]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><a href="http://vgsiahaya.wordpress.com/files/2008/08/pembunuhan.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-673" style="margin-left:5px;margin-right:5px;" src="http://vgsiahaya.wordpress.com/files/2008/08/pembunuhan.jpg?w=300" alt="" width="180" height="144" /></a>Kejahatan amat kejam terjadi berturut-turut. Sering, bahkan belakangan ini amat sering dan amat kejam. Bukan saja dilakukan Ryan, tetapi juga yang lain.  Ryan sejauh ini membantai 11 orang. Tetapi ada juga kejahatan lain. Mayat ditemukan di dalam koper dan ketika dibuang dalam koper diperkirakan korban masih hidup. <!--more-->Di apartemen ditemukan jenazah korban lain, bukan saja dibunuh, tetapi juga dipotong. Selain berdiri bulu roma, kecut. Kita bertanya bagaimana kejahatan dan kekejaman yang makin sering harus kita artikan?</p>
<p style="text-align:justify;">Kejahatan terakhir menimpa suami-istri pensiunan Departemen Keuangan dan pembantunya, bermotifkan kesulitan hidup, suatu perampokan. Selain kejam karena korban ditusuk-tusuk, pelaku kejahatan itu anggota Keamanan Lingkungan, tempat tinggal korban. Pertanyaannya, kenapa korban yang notabene sudah lanjut usia mesti dicincang?</p>
<p style="text-align:justify;">Pembunuhan di luar motif ekonomi pun disertai kekejaman. Kenapa mesti dilakukan secara kejam, termasuk membuang bayi, ibu mati bersama anaknya. Masuk akal, kriminolog dan polisi semakin sering ditampilkan untuk diminta menjelaskan kekejaman tersebut. Kasus Ryan pun belum semuanya terungkap. Kasus pembunuhan kejam lainnya semakin membuat kita ingin tahu, bagaimana kita harus menjelaskan kejadian itu. Mengapa kekejaman semakin sering, bahkan akhir-akhir ini secara faktual berturut-turut.</p>
<p style="text-align:justify;">Kesulitan hidup masuk akal jika merupakan salah satu penyebabnya. Tetapi faktor itu saja tidak lagi memadai. Seberapa jauh efek demonstratif juga salah satu penyebabnya? Orang menyaksikan kekejaman lewat media membaca maupun melihat tayangannya. Bahwa membaca dan menonton mempunyai pengaruh, orang tahu, kita tahu. Maka, juga dalam kerangka prinsip dan budaya kebebasan informasi, tulisan dan tayangan perihal kejahatan memerlukan etika dalam penulisan dan tayangannya. Dalam konteks itu, tidak ada salahnya, bahkan menunjukkan rasa tanggung jawab, masyarakat media, jika sensor diri secara sukarela dipertimbangkan.</p>
<p style="text-align:justify;">Namun, sekali lagi, kita cenderung berpendapat, tidaklah lengkap dan memadai jika maraknya kejahatan memberi kesan semakin sering dan berturut-turut terbatas dikarenakan efek demonstratif pemberitaan dan tayangan. Bagaimana halnya dengan faktor hadirnya lebih banyak warga masyarakat yang kehilangan keseimbangan hidupnya termasuk kepekaannya terhadap rasa kemanusiaan, bahkan kemanusiaannya sendiri dan anggota keluarganya? Kriminolog, ahli kejiwaan terpanggil memberikan penjelasan. Demikian pula penanggung jawab keamanan dan ketertiban seperti Polri.</p>
<p style="text-align:justify;">Mereka yang memilih pengabdian dan panggilan hidupnya lewat politik bertambah pula tanggung jawab dan komitmennya, yakni bagaimana membangun dan menyelenggarakan perikehidupan bersama yang bebas, demokratis, dan sepi kekerasan. Kekerasan jelas mempunyai efek demonstratif alias cenderung ditiru dan bereskalasi.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Pembunuh Berdarah Dingin]]></title>
<link>http://ikatila.wordpress.com/?p=363</link>
<pubDate>Wed, 23 Jul 2008 07:44:00 +0000</pubDate>
<dc:creator>ikatila88</dc:creator>
<guid>http://ikatila.wordpress.com/?p=363</guid>
<description><![CDATA[VERRY Idham Henyaksyah (30) alias Ryan, bukan pembunuh biasa. Pria ini tergolong pembunuh berdarah d]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><img class="alignleft" src="http://eddymesakh.files.wordpress.com/2008/07/korban-pembunuhan-ryan.jpg?w=300&#38;h=225&#38;h=225" alt="" width="300" height="225" />VERRY Idham Henyaksyah (30) alias Ryan, bukan pembunuh biasa. Pria ini tergolong pembunuh berdarah dingin. Dia telah menghabisi lima orang dan empat di antaranya dikubur di belakang rumah orangtuanya di Dusun Maijo, Desa Jatiwates, Kecamatan Tembelang, Jombang, Jawa Timur.</p>
<p style="text-align:justify;">Pembongkaran jenazah para korban dilakukan setelah proses rekonstruksi pembunuhan Aril Somba Sitanggang (34), selama selama 1,5 jam, Senin ( 21/7/2008 ). Tiga kali Ryan dipanggil keluar rumah untuk menunjukkan di mana lokasi persis korban-korbannya dikubur. Akhirnya Tersangka mengakui bahwa jenazah Aril dikubur di belakang rumah orangtuanya.</p>
<p style="text-align:justify;">Di luar dugaan, tak hanya jenazah Aril yang ditemukan di pekarangan belakang rumah Ryan, melainkan masih terdapat tiga jenazah lagi. Semuanya sudah membusuk. Pembongkaran dilakukan oleh Polda Metro Jaya bersama Polda Jatim dan Polres Jombang.<!--more--></p>
<p style="text-align:justify;">Namun keempat jenazah itu tidak dimutilasi sebagaimana yang dilakukan Ryan terhadap Heri Santoso (40) yang dihabisi di Ragunan, lalu dipotong menjadi 7 bagian dan dibuang di Jl Kebagusan Raya, Jakarta Selatan.<br />
Jenazah Aril dan tiga korban lainnya telah diautopsi di RS Bhayangkara Polda Jawa Timur sekitar pukul 18.15 WIB.</p>
<p style="text-align:justify;">Tiga korban selain Aril adalah Guntur, warga Nganjuk, yang dibunuh Ryan sekitar Juni-Agustus 2007, Brandy (warga negara Belanda) yang tewas dihabisi Januari 2008, dan Vencent asal Solo karyawan Toko Court Jombang dan Aril dihabisi sekitar April 2008. Ryan menghabisi korban-korbannya menggunakan linggis dan batu.</p>
<p style="text-align:justify;">"Rata-rata menggunakan linggis atau batu," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro JayaKombes Pol Carlo Brix Tewu.</p>
<p style="text-align:justify;">Pencari mayat terkejut<br />
Proses penggalian jenazah berlangsung cukup lama. Dimulai pukul 10.00 dan baru berakhir pukul 14.45. Dengan ketua tangan diborgol, Ryan diminta menunjukkan lokasi dirinya ‘menanam' para korbannya. Pertama ditemukan jenazah Aril yang dikubur di pekarangan belakang, persis di belakang kamar mandi.</p>
<p style="text-align:justify;">Beberapa pekerja warga setempat dibantu polisi menggali lokasi yang ditunjuk. Tak lama, muncul kaki manusia yang sudah membusuk. Para penggali pun melanjutkan hingga seluruh sosok jenazah tergali. Tapi para penggali kaget, karena saat seluruh tubuh jenazah sudah terlihat, mendadak seorang penggali menemukan kaki dari lain, tak jauh dari lubang tersebut. Ryan pun dicecar petugas soal keberadaan jenazah itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Akhirnya dia mengakui, dalam lubang tersebut terdapat tiga jenazah dan di lubang lain yang berjarak sekitar lima meter arah utara dari lubang pertama, terdapat satu jenazah lagi. Pencarian dan penggalian pun dilanjutkan.<br />
Setelah empat jam lebih, yakni sekitar pukul 14.45, ditemukan lagi dua jenazah, satu di lubang pertama dan satu lagi di lubang kedua. Semuanya sudah membusuk. Jenazah langsung dimasukkan dalam dua kantung jenazah. Jenazah ketiga berhasil dievakuasi 30 menit kemudian dari lubang pertama, dan 20 menit kemudian satu jenazah lagi berhasil diangkat dari lubang sedalam 1,5 meter berukuran 2,5 x 3 meter.</p>
<p style="text-align:justify;">Sewa penggali lubang<br />
Kepala Desa Jatiwates Machmud menginformasikan, untuk menggali lubang bagi pemakaman salah satu atau beberapa jenazah tersebut, Ryan menggunakan jasa tenaga kerja kasar dari luar desa. Tenaga kerja itu diminta menggali lubang dengan alasan untuk lubang pembuangan air dari kamar mandi.</p>
<p style="text-align:justify;">Setiap kali jenazah -jenazah itu diangkat dari lubang, ratusan warga yang menonton proses tersebut berkali-kali berdecak dan menggelengkan kepala tanda keheranan atas perilaku tersangka. Selanjutnya empat jenazah diangkut ambulans ke RS Bhayangkara Surabaya untuk diautopsi. Sedangkan Ryan atau di desa setempat akrab dipanggil Hansyah, dibawa ke Mapolda Jatim di Surabaya.</p>
<p style="text-align:justify;">Kombes Carlo Tewu mengungkapkan, penggalian jenazah itu merupakan pengembangan kasus tertangkapnya Ryan di Jakarta atas dugaan pembunuhan terhadap Aril. Soal motif pembunuhan, Kombes Carlo Tewu belum bisa menyimpulkan karena masih dalam proses pemeriksaan.</p>
<p style="text-align:justify;">Polisi telah menetapkan Ryan sebagai tersangka mutilasi atas Heri Santoso di Ragunan. Dia dikenakan pasal 365 tentang pencurian yang menyebabkan orang lain meninggal dunia. Hingga kini polisi masih mencari korban Ryan lainnya. "Kalau memang ada anggota keluarga yang hilang bisa menghubungi Polda Metro Jaya. Soalnya mungkin saja masih ada korban-korban lainnya,"ujar Kombes Carlo Tewu.</p>
<p style="text-align:justify;">(sumber: persda network/Surya/Tribun Batam/doso priyanto)</p>
<p style="text-align:justify;">diabil dari :</p>
<p><a href="http://kotasubang.wordpress.com/2008/07/22/ryan-pelaku-mutilasi-bunuh-5-orang-pakai-linggis-dan-batu/">http://kotasubang.wordpress.com/2008/07/22/ryan-pelaku-mutilasi-bunuh-5-orang-pakai-linggis-dan-batu/</a></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Saman Ajelah TV3 Tu...]]></title>
<link>http://kipp3k.wordpress.com/?p=214</link>
<pubDate>Sat, 12 Jul 2008 13:39:44 +0000</pubDate>
<dc:creator>Kipp</dc:creator>
<guid>http://kipp3k.wordpress.com/?p=214</guid>
<description><![CDATA[Dah naik bulu ketiak ke telinga bila menonton Buletin Utama yang memang &#8220;Yang Terutama&#8221; ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Dah naik bulu ketiak ke telinga bila menonton <span style="color:#ffcc00;"><strong>Buletin Utama </strong></span>yang memang "<strong>Yang Terutama</strong>" dalam membodek, memfitnah, membohong dan lain-lain "mem" yang sama erti dengannya.</p>
<p style="text-align:justify;">Merujuk <em>entri</em> aku yang terdahulu tentang <span style="color:#ffcc00;"><strong>TV3</strong></span> (<a href="http://kipp3k.wordpress.com/2008/06/25/tv3-sudah-sudahlah-tu/" target="_blank">sila klik disini</a>), memang aku kesal kerana mereka masih dengan "<strong>polisi dan pekeliling</strong>" kerja untuk mencari salah dan menghebahkan kapada rakyat cerita yang tak benar tentang negeri-negeri bawah kerajaan Pakatan Rakyat. Cerita tentang BN dan UMNO nampak seperti parti malaikat yang langsung tiada salahnya.</p>
<p style="text-align:justify;">"<em>UMNOlah yang membantu saya, terima kasih kerajaan...</em>", kata mereka. Tapi kata aku, "<em>Ptuiii... langsung tak adil. Makan haram kalau aku kerja di TV3!</em>".</p>
<p style="text-align:justify;">Tengok sahaja masa <span style="color:#ffcc00;"><strong>Protes Sejuta Rakya</strong></span><span style="color:#ffcc00;"><strong>t</strong></span> apabila sebuah <em>band rock</em> yang "terlanjur" perbuatan mereka, maka <span style="color:#ffcc00;"><strong>TV3</strong></span> mengutuk dengan temu-ramahnya yang berat sebelah, semuanya dituding jari kepada Pakatan Rakyat. Ya!, memang salah penganjur. Dan mereka meminta maaf, malah dikritik oleh geng Pakatan Rakyat sendiri seperti PAS dan sebahagian orang PKR. Bukan macam BN atau UMNO, bila ada yang berlaku seperti kes ini, maka alasan yang diberi adalah - "<em>kita akan buat siasatan lanjut</em>". Alih-alih tak dengar pun cerita. <span style="color:#ffcc00;"><strong>TV3</strong></span> senyap. Simpan kebenaran.</p>
<p style="text-align:justify;">Cerita terbaru adalah pasal cerita fitnah mengenai <strong>Menteri Besar Kedah</strong> pada <span style="color:#ffcc00;"><strong>Buletin Utama</strong></span>, 10 Julai 2008. Kononnya menuduh MB Kedah itu mengamalkan perbelanjaan yang mewah dan membazir dalam pengurusan dalam pentadbiran Negeri Kedah. Bukti yang kononnya disabitkan ialah apabila MB Kedah dilihat menaiki pesawat khas dalam satu penerbangan.</p>
<p style="text-align:justify;">Tapi cerita dari <span style="color:#ffcc00;"><strong>Bernama</strong></span> pula berbeza apabila cerita penerbangan tersebut adalah sebuah penerbangan rombongan di-Raja Kedah untuk berlepas ke Brunei bagi mengundang <strong>Sultan Brunei</strong> hadir di sambutan <span style="color:#ffcc00;"><strong>Jubli Emas Sultan Kedah</strong></span>.</p>
<p style="text-align:justify;">Apa punyai "tahi" berita dari <span style="color:#ffcc00;"><strong>TV3</strong></span>. Jelas-jelas memperbodohkan penonton. Lebih teruk dari berita dari <span style="color:#ffcc00;"><strong>RTM</strong></span>. Lebih hangit daripada biasa. Macam itupun nak buat cerita. Tak kaji ke?, atau memang orang <span style="color:#ffcc00;"><strong>TV3 </strong></span>ni tak tahu nak mencari berita. Keji, hina, haram, fitnah, kotor, najis, penipu dan yang buruk-buruk letak ketepi, janji cerita itu gempak dan meletup. Itulah <span style="color:#ffcc00;"><strong>TV3</strong></span>!.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[7 tahun dalam ISA, Shahrial sedih menatap wajah anak yang sudah tidak bernyawa]]></title>
<link>http://muzir.wordpress.com/?p=47</link>
<pubDate>Sat, 05 Jul 2008 03:05:15 +0000</pubDate>
<dc:creator>shahmuzir</dc:creator>
<guid>http://muzir.wordpress.com/?p=47</guid>
<description><![CDATA[


Roy Rasul | Foto Nasir Sudin
Fri | Jul 04, 08 | 12:05:43 pm MYT


KUALA LUMPUR, 4 Julai (Hrkh) - ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<table class="contentpaneopen" border="0">
<tbody>
<tr>
<td colspan="2" width="100%" align="left" valign="top"><span class="small"><strong>Roy Rasul &#124; Foto Nasir Sudin</strong><br />
Fri &#124; Jul 04, 08 &#124; 12:05:43 pm MYT</span></td>
</tr>
<tr>
<td style="text-align:justify;" colspan="2" valign="top"><strong>KUALA LUMPUR, 4 Julai (Hrkh) -</strong> Ketibaan tahanan di bawah Akta Keselamatan Dalam Negeri (ISA) Shahrial Sirin, untuk menatap jenazah anak sulungnya, Aina Mardiah, 17, yang di tempatkan di rumah jirannya, Mohd Nawawi di Kampung Sungai Serai, Hulu Langat, Selangor disambut dengan penuh hiba dan genangan air mata kaum keluarga dan hadirin.</p>
<p align="center"> </p>
<p><img src="http://www.harakahdaily.net/images/stories/utama/pic_nasir_sudin/1.jenazah2.jpg" border="0" alt="Image" hspace="2" width="350" height="295" align="left" />Shahrial yang tiba kira-kira jam 9.40 malam dibawa dengan sebuah van dengan nombor pendaftaran WQV 4491 diiringi lebih kurang sepuluh anggota polis. Setibanya di pekarangan rumah tersebut beliau terus didakap anak keduanya, Ehsan Shahrial, 16 dan beberapa sahabat handai.</p>
<p>Dengan genangan air mata beliau terus mendukung anak bongsunya, Arfah Sharial, 9 yang kebetulan turut menyambutnya di situ untuk memasuki dalam rumah menatap janazah anaknya.</p>
<p>Beliau duduk di sisi isterinya, Siti Fatma Masirun, 38, dan terus menatap wajah anaknya yang terbaring kaku di situ.</p>
<p><img src="http://www.harakahdaily.net/images/stories/utama/pic_nasir_sudin/1.jenazah1.jpg" border="0" alt="Image" hspace="2" width="350" height="234" align="right" />Beliau mengucup dahi anaknya itu sepuas-puasnya seolah-olah enggan menerima perpisahan akibat 7 tahun keluarga ini dipisahkan oleh tempoh kem tahanan secara zalim.</p>
<p>Kemudian beliau memanggil keempat-empat anaknya, Ehsan, 16, Abdullah Masul, 14, Izzatul Zahrah, 12 dan Arfah, 9 duduk bersamanya untuk menyedekah doa buat arwah anaknya.</p>
<p>Hening malam ketika itu yang dipenunh dengan bacaan surah yassin terhenti seketika.</p>
<p>Air mata pilu hadirin termasuk sanak saudara tidak dapat ditahan lagi. Malah rakan-rakan sekolah arwah yang menunggu sebelum Maghrib lagi turut tidak dapat menahan kesedihan.</p>
<p><img src="http://www.harakahdaily.net/images/stories/utama/pic_nasir_sudin/1.jenazah4.jpg" border="0" alt="Image" hspace="2" width="229" height="340" align="left" />Sementara itu, pihak polis yang mengawalnya hanya membenarkan Shahrial berada di sisi anaknya hanya satu jam.</p>
<p>Shahrial yang dibawa dari Kem Tahanan Kamunting, Taiping pada jam lima petang semalam tidak dapat menatap melihat anaknya sewaktu beliau sedang kritikal di Hospital Kajang semalam.</p>
<p>Ini kerana, anaknya menghembus nafas terakhir pada jam kira-kira 6.10 petang semalam. Anaknya dihantar ke hospital pada petang Rabu, 2 Jun apabila pengsan akibat terjatuh di rumahnya.</p>
<p>Selepas jatuh beliau terus koma dan di beri bantuan dengan mesin jangka hayat kerana mengalami darah beku dalam kepala.</p>
<p>Pada malam tersebut juga, keluarganya meminta kebenaran pihak berkuasa untuk membenarkan Shahrial menziarahnya.</p>
<p>Dengan itu sejak pukul lima petang kaum keluarga menunggu kedatangan Shahrial kerana mereka difahamkan Shahrial akan sampai di hospital antara pukul lima hingga enam petang.</p>
<p>Bagaimanapun penantian mereka ternyata hampa kerana anaknya meninggal sebelum Shahrial tiba.</p>
<p>Dalam pada itu, jenazah arwah di bawa ke rumah jirannya selepas Magrib.</p>
<p>Jenazah arwah diletakkan di rumah jirannya kerana rumahnya yang terletak bersebelahan terlalu uzur.</p>
<p>Pada hari ini pula, beliau dibenarkan melawat anaknya semasa di majlis pengkembumiannya di tanah perkuburan Islam kampung tersebut.</p>
<p>Di majlis tersebut juga beliau difahamkan hanya satu jam juga.</p>
<p>Dalam pada itu, Pengerusi Gerakan Mansuhkan ISA (GMI), Syed Ibrahim Syed Noh dan beberapa aktivis GMI turut berada di situ.</p>
<p>Turut sama berada di situ ialah Yang Dipertua PAS Cheras, Zulkifli Ahmad dan Ketua Pengarang Harakah, Ahmad Lutfi Othman serta isteri beliau.</p>
<p>Orang ramai pada malam tadi tidak putus-putus melawat arwah bahkan beberapa guru orang sekolahnya turut menziarahnya.</p>
<p>Kepada pembaca yang sedia membantu keluarga Almarhumah Aina Mardiah dan keluarga mangsa ISA yang lain, silakan hantar sumbangan anda kepada HARAKAHDAILY DOT COM, nombor akaun Maybank 564070000336.</p>
<p style="text-align:justify;">- mr _</p>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Sumber:  <a href="http://www.harakahdaily.net/index.php?option=com_content&#38;task=view&#38;id=015568&#38;Itemid=90" target="_blank">HARAKAHDAILY.NET</a></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Hidup Ini Kejaaammmm.. .!!! ]]></title>
<link>http://hariharihariyadi.wordpress.com/?p=73</link>
<pubDate>Fri, 04 Jul 2008 02:55:20 +0000</pubDate>
<dc:creator>hariharihariyadi</dc:creator>
<guid>http://hariharihariyadi.wordpress.com/?p=73</guid>
<description><![CDATA[ kalo cowok ganteng berbuat jahat
cewek-cewek bilang: nobody&#8217;s perfect
kalo cowok jelek berbua]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal"><span style="color:black;"></span><span style="color:black;"> </span><span style="font-family:&#34;color:#333333;">kalo cowok ganteng berbuat jahat</span><span style="color:black;"><br />
</span><span style="font-family:&#34;color:#333333;">cewek-cewek bilang: nobody's perfect</span><span style="color:black;"><br />
</span><span style="font-family:&#34;color:#333333;">kalo cowok jelek berbuat jahat</span><span style="color:black;"><br />
</span><span style="font-family:&#34;color:#333333;">cewek-cewek bilang: pantes... tampang nya aja kriminal!</span><span style="color:black;"><br />
</span><span style="font-family:&#34;color:#333333;"> </span><span style="color:black;"><br />
</span><span style="font-family:&#34;color:#333333;">kalo cowok ganteng nolongin cewek yang diganggu preman</span><span style="color:black;"><br />
</span><span style="font-family:&#34;color:#333333;">cewek-cewek bilang: wuih jantan... kayak di filem-filem</span><span style="color:black;"><br />
</span><span style="font-family:&#34;color:#333333;">kalo cowok jelek nolongin cewek yang diganggu preman</span><span style="color:black;"><br />
</span><span style="font-family:&#34;color:#333333;">cewek-cewek bilang: pasti premannya temennya dia...</span><span style="color:black;"><br />
</span><span style="font-family:&#34;color:#333333;"> </span><span style="color:black;"><br />
</span><span style="font-family:&#34;color:#333333;">Kalo cowok ganteng pendiam</span><span style="color:black;"><br />
</span><span style="font-family:&#34;color:#333333;">cewek-cewek bilang: woow, cool banget...</span><span style="color:black;"><br />
</span><span style="font-family:&#34;color:#333333;">kalo cowok jelek pendiam</span><span style="color:black;"><br />
</span><span style="font-family:&#34;color:#333333;">cewek-cewek bilang: ih kuper!!</span><span style="color:black;"><br />
</span><span style="font-family:&#34;color:#333333;"> </span><span style="color:black;"><br />
</span><span style="font-family:&#34;color:#333333;">kalo cowok ganteng jomblo</span><span style="color:black;"><br />
</span><span style="font-family:&#34;color:#333333;">cewek-cewe k bilang: pasti dia perfeksionis</span><span style="color:black;"><br />
</span><span style="font-family:&#34;color:#333333;">kalo cowok jelek jomblo</span><span style="color:black;"><br />
</span><span style="font-family:&#34;color:#333333;">cewek-cewek bilang: sudah jelas... ga laku!</span><span style="color:black;"><br />
</span><span style="font-family:&#34;color:#333333;"> </span><span style="color:black;"><br />
</span><span style="font-family:&#34;color:#333333;">kalo cowok ganteng dapet cewek cantik</span><span style="color:black;"><br />
</span><span style="font-family:&#34;color:#333333;">cewek-cewek bilang: klop... serasi banget..</span><span style="color:black;"><br />
</span><span style="font-family:&#34;color:#333333;">kalo cowok jelek dapet cewek cantik</span><span style="color:black;"><br />
</span><span style="font-family:&#34;color:#333333;">cewek-cewek bilang: pasti main dukun!</span><span style="color:black;"><br />
</span><span style="font-family:&#34;color:#333333;"> </span><span style="color:black;"><br />
</span><span style="font-family:&#34;color:#333333;">kalo cowok ganteng diputusin cewek</span><span style="color:black;"><br />
</span><span style="font-family:&#34;color:#333333;">cewek-cewek bilang: jangan sedih, khan masih ada aku...</span><span style="color:black;"><br />
</span><span style="font-family:&#34;color:#333333;">kalo cowok jelek diputusin cewek</span><span style="color:black;"><br />
</span><span style="font-family:&#34;color:#333333;">cewek-cewek bilang:...(terdiam, tapi telunjuknya meliuk-liuk dari atas</span><span style="color:black;"> </span><span style="font-family:&#34;color:#333333;">ke</span><span style="color:black;"> </span><span style="font-family:&#34;color:#333333;">bawah, liat dulu dong bentuknya,ngaca! )</span><span style="color:black;"><br />
</span><span style="font-family:&#34;color:#333333;"> </span><span style="color:black;"><br />
</span><span style="font-family:&#34;color:#333333;">kalo cowok ganteng ngaku indo</span><span style="color:black;"><br />
</span><span style="font-family:&#34;color:#333333;">cewek-cewek bilang: emang mirip-mirip bule sih...</span><span style="color:black;"><br />
</span><span style="font-family:&#34;color:#333333;">kalo cowok jelek ngaku indo</span><span style="color:black;"><br />
</span><span style="font-family:&#34;color:#333333;">cewek-cewek bilang: pasti ibunya Jawa bapaknya Sumatra !</span><span style="color:black;"><br />
</span><span style="font-family:&#34;color:#333333;"> </span><span style="color:black;"><br />
</span><span style="font-family:&#34;color:#333333;">kalo cowok ganteng penyayang binatang</span><span style="color:black;"><br />
</span><span style="font-family:&#34;color:#333333;">cewek-cewek bilang: perasaannya halus ...penuh cinta kasih</span><span style="color:black;"><br />
</span><span style="font-family:&#34;color:#333333;">kalo cowok jelek penyayang binatang</span><span style="color:black;"><br />
</span><span style="font-family:&#34;color:#333333;">cewek-cewek bilang: sesama keluarga emang harus menyayangi!</span><span style="color:black;"><br />
</span><span style="font-family:&#34;color:#333333;"> </span><span style="color:black;"><br />
</span><span style="font-family:&#34;color:#333333;">kalo cowok ganteng bawa BMW</span><span style="color:black;"><br />
</span><span style="font-family:&#34;color:#333333;">cewek-cewek bilang: matching...keren luar dalem</span><span style="color:black;"><br />
</span><span style="font-family:&#34;color:#333333;">kalo cowok jelek bawa BMW</span><span style="color:black;"><br />
</span><span style="font-family:&#34;color:#333333;">cewek-cewek bilang: mas majikannya mana?</span><span style="color:black;"><br />
</span><span style="font-family:&#34;color:#333333;"> </span><span style="color:black;"><br />
</span><span style="font-family:&#34;color:#333333;">kalo cowok ganteng males difoto</span><span style="color:black;"><br />
</span><span style="font-family:&#34;color:#333333;">cewek-cewek bilang: pasti takut fotonya kesebar-sebar</span><span style="color:black;"><br />
</span><span style="font-family:&#34;color:#333333;">kalo cowok jelek males difoto</span><span style="color:black;"><br />
</span><span style="font-family:&#34;color:#333333;">cewek-cewek bilang: nggak tega ngeliat hasil cetakannya ya?</span><span style="color:black;"><br />
</span><span style="font-family:&#34;color:#333333;"> </span><span style="color:black;"><br />
</span><span style="font-family:&#34;color:#333333;">kalo cowok ganteng naek motor gede</span><span style="color:black;"><br />
</span><span style="font-family:&#34;color:#333333;">cewek-cewek bilang: wah kayak lorenzo lamos bikin lemes!</span><span style="color:black;"><br />
</span><span style="font-family:&#34;color:#333333;">kalo cowok jelek naek motor gede</span><span style="color:black;"><br />
</span><span style="font-family:&#34;color:#333333;">cewek-cewek bilang: awas!! mandragade<br />
lewat!</span><span style="color:black;"><br />
</span><span style="font-family:&#34;color:#333333;"> </span><span style="color:black;"><br />
</span><span style="font-family:&#34;color:#333333;">kalo cowok ganteng nuangin air ke gelas cewek</span><span style="color:black;"><br />
</span><span style="font-family:&#34;color:#333333;">cewek-cewek bilang: ini baru cowok gentlemen</span><span style="color:black;"><br />
</span><span style="font-family:&#34;color:#333333;">kalo cowok jelek nuangin air ke gelas cewek</span><span style="color:black;"><br />
</span><span style="font-family:&#34;color:#333333;">cewek-cewek bilang: naluri pembantu, emang gitu...</span><span style="color:black;"><br />
</span><span style="font-family:&#34;color:#333333;"> </span><span style="color:black;"><br />
</span><span style="font-family:&#34;color:#333333;">kalo cowok ganteng bersedih hati</span><span style="color:black;"><br />
</span><span style="font-family:&#34;color:#333333;">cewek-cewek bilang: let me be your shoulder to cry on</span><span style="color:black;"><br />
</span><span style="font-family:&#34;color:#333333;">kalo cowok jelek bersedih hati</span><span style="color:black;"><br />
</span><span style="font-family:&#34;color:#333333;">cewek-cewek bilang: cengeng amat!! laki-laki bukan sih?</span><span style="color:black;"><br />
</span><span style="font-family:&#34;color:#333333;"> </span><span style="color:black;"><br />
</span><span style="font-family:&#34;color:#333333;">Kalo cowok ganteng baca ini</span><span style="color:black;"><br />
</span><span style="font-family:&#34;color:#333333;">langsung ngaca sambil senyum-senyum</span><span style="color:black;"><br />
</span><span style="font-family:&#34;color:#333333;">kecil, lalu berkata "life is beautifull"</span><span style="color:black;"><br />
</span><span style="font-family:&#34;color:#333333;">kalo cowok jelek baca blog ini,</span><span style="color:black;"><br />
</span><span style="font-family:&#34;color:#333333;">Frustasi, ngambil tali jemuran, trus</span><span style="color:black;"> </span><span style="font-family:&#34;color:#333333;">triak sekeras-kerasnya</span><span style="color:black;"><br />
</span><span style="font-family:&#34;color:#333333;">"HIDUP INI KEJAAAAMMM.. ..!!!</span></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[FitNah Itu LEbIH KEJAm DAri PAda CARoK]]></title>
<link>http://ghopink.wordpress.com/?p=14</link>
<pubDate>Thu, 26 Jun 2008 08:28:15 +0000</pubDate>
<dc:creator>ghopink</dc:creator>
<guid>http://ghopink.wordpress.com/?p=14</guid>
<description><![CDATA[Hwekkkk! Banci lu! Dasar kadal! Ah, bebek aja dech, menthok juga boleh! 
 
Sumpah! Fitnah itu lebih ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal"><span style="color:#008000;">Hwekkkk! Banci lu! Dasar kadal! Ah, bebek aja dech, menthok juga boleh! </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="color:#008000;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="color:#008000;">Sumpah! Fitnah itu lebih kejam dari pada Carok, bener ga?! Jawab dong?, jangan diem aja! </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="color:#008000;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="color:#008000;">Awalnya sih aku biasa aja, mau dikatain cewek nakal, suka ngejar2 cowok (kayak kurang kerjaan aja!), trus aku pacaran lah sama si itu, anu. Sa bodo amat. Biarin, sampe dia dowerrrr, kata tipe-x: sampe mulutmu berbusa baru kau tau rasa. Ga ta gubris! Emang enak dicuekin?! Buang2 tenaga!</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="color:#008000;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="color:#008000;">Biarlah temen2ku sendiri yang menilai, biar mereka sendiri bersuara tentang aku seperti apa. Dulu sih sempet shock… masa iya tega ngomong githu? Ah manusia kan selalu punya KORENG, barangkali memang korengnya disebelah situ!</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="color:#008000;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="color:#008000;">Setelah satu semester berselang, yg tadinya gossip itu hilang, kini muncul lagi. Dari<span> </span>sumber yang berbeda, tapi mengarah ke orang yang sama. Lagi2, aku tanggapi dengan datar2 saja.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="color:#008000;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="color:#008000;">“Kayak ga tahu sepak terjang dia aja!”</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="color:#008000;">“Kasian tuh, kurang perhatiannnnnnnnnnnnnnnnn!”</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="color:#008000;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="color:#008000;">“Makanya, kasih perhatian dong!” kata temenku yang agak sinting.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="color:#008000;">“Hwekkk!” </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="color:#008000;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="color:#008000;">Hari2 berikutnya, berita itu ku dengar semakin kencang, tiap hari (hiperbolis), hampir dipastikan ada laporan.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="color:#008000;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="color:#008000;">Tak ada yang bisa ku perbuat, aku hanya bilang:</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="color:#008000;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="color:#008000;">“Ya sudah. Kamu percaya aku, Alhamdulillah. Kamu percaya dia, aku masih punya Tuhan!”</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="color:#008000;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="color:#008000;">Puncaknya, secara ga sengaja ketemu sama temen lama. Dia konfirmasi tentang hubunganku dg si anu, katanya dah serius ya? </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="color:#008000;">Nah lho, yang ditanya malah ploga-plogo, maksudnya?! Apa2an nih?!</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="color:#008000;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="color:#008000;">Malah kali ini parah! Masa aku dibilangin dah menjalin hubungan serius, trus aku mutusin githu aja, padahal orang tua dah pada tau! Yang bener aja? Dasar emberrrrrrrrrrr!</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="color:#008000;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="color:#008000;">Hwekkk, denger aja sudah kepingin muntah! Baskom lu!</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="color:#008000;">Aku bisa apa coba? Masa aku mencak2 di depan dia, ihhh najis! </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="color:#008000;"><span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="color:#008000;">Ustad, apa nih hukuman bagi yg suka fitnah? Kalo carok aja dihukum mati, kalo fitnah apaan? Mutilasi ya?! weh, boleh juga neh, kan emang fitnah lebih kejam dri pada Carok! </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="color:#008000;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="color:#008000;">Sadis ya? </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="color:#008000;">Biarin! Biar kapok!</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="color:#008000;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="color:#008000;">Masalahnya siapa yang sanggup eksekusi dia?</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="color:#008000;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="color:#008000;">Pengadilan? Wah rumit zaman sekarang, bisa2 berputar arah, aku yang salah!</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="color:#008000;">Negara? Ya, jangan berharap dech, hukum qishash aja ga jalan!</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="color:#008000;">RI1, RI2? Bisa apa meraka dalam sistem kufur ini?!</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="color:#008000;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="color:#008000;">Ya udah, ustad aja dech yang eksekusi dia, plis ya...</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="color:#008000;">Ga bisa ya? Ooo.. sistemnya harus diganti dulu ta?</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="color:#008000;">Buruan gih, ganti tuh sistem bisul… ahhhhhh, bikin gatel2 aja!</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="color:#008000;">Hah, ga bisa juga? Lha trus gmn donk?! </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="color:#008000;">Ahhhhhhhh… kerja bareng? Mang sulit ya nyungkil tuh bisul? Butuh org berapa?</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="color:#008000;">Hah! Yang bener aja? Semua kalangan masyarakat?</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="color:#008000;">Ya ampiyuuuuuuuun!!! </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="color:#008000;">Oke dech, ku mulai bekerja nih!</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="color:#008000;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="color:#008000;">Ku sudah capek didholimi… Cepetannnnnnn, biar dia dimutilasi! </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="color:#008000;">Rasain lu!</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="color:#008000;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="color:#008000;">Ustadddddddddddd?! Ku nanya ko’ belum dijawab sih, bener tah hukumannya dimutilasi????!</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="color:#008000;">JAwAbbb!!!</span></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Geng Nero Pati: Brutal, Kejam, Ngawur, Preman Pelajar]]></title>
<link>http://apiqquantum.wordpress.com/?p=239</link>
<pubDate>Tue, 17 Jun 2008 03:52:21 +0000</pubDate>
<dc:creator>apiqquantum</dc:creator>
<guid>http://apiqquantum.wordpress.com/?p=239</guid>
<description><![CDATA[Mengerikan!
Kata pertama yang terlintas dalam pikiran saya ketika membaca berita tentang kekejaman G]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Mengerikan!</p>
<p>Kata pertama yang terlintas dalam pikiran saya ketika membaca berita tentang kekejaman Geng Nero: kelompok pelajar putri yang brutal.</p>
<p>Sadis!</p>
<p>Setelah menyaksikan tayangan penyiksaan oleh Geng Nero.</p>
<p>Mengapa bisa terjadi seperti itu? Brutal, Kejam, Ngawur lagi!</p>
<p>Bila kita runut dari akar masalahnya mungkin banyak sekali penyebabnya: kurang perhatian orang tua, pendidikan yang tidak mendidik, kelainan jiwa, arus informasi yang tidak karuan dan lain-lain.</p>
<p>Saya semakin ngeri karena kejadian itu terjadi di Juwana, Pati, Jawa Tengah. Anak-anak saya adalah cucu dari orang Pati di sana. Saya membayangkan betapa berat tantangan anak saya bila hidup bersama neneknya di Pati.</p>
<p>1. Yang berwenang sudah bertindak tepat dengan menangkap dan mengejar para pelaku. Tindakan di atas sudah masuk dalam kriminal.</p>
<p>2. Perlu upaya pencegahan secara sistematis. Pendidikan yang benar-benar mendidik harus jadi pertimbangan utama. Tidak sekedar mengejar lulus UN - ujian nasional - dengan menghalalkan kecurangan.</p>
<p>3. Informasi terpilih. Tayangan oleh TV atau youtube tentang kekerasan geng nero itu sendiri sudah berbahaya. Anak yang menonton jadi memiliki sebuah ide bahwa kekerasan itu mungkin saja dilakukan oleh pelajar putri atau yang lain-lain. Pemberitaan media cetak mungkin relatif lebih aman.</p>
<p>4. Teladan orang dewasa. Sebagai orang dewasa kita perlu terus-terus menerus memberi teladan kepada putra-putri kita cara hidup yang baik, saling menghargai, dan saling membantu.</p>
<p>5. Doa terus-menerus demi kebaikan bersama.</p>
<p>Tuhan, bimbinglah kami semua menuju jalanMu yang lurus...</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[RI Dukung MA AS Bela Tahanan Guantanamo]]></title>
<link>http://idrusali85.wordpress.com/?p=702</link>
<pubDate>Sat, 14 Jun 2008 03:37:20 +0000</pubDate>
<dc:creator>yg nulis</dc:creator>
<guid>http://idrusali85.wordpress.com/?p=702</guid>
<description><![CDATA[sumber eramuslim.com
Departemen Luar Negeri Indonesia memberikan apresiasi positif terhadap keputusa]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>sumber eramuslim.com<br />
Departemen Luar Negeri Indonesia memberikan apresiasi positif terhadap keputusan Mahkamah Agung (MA) Amerika Serikat mengeluarkan ketetapan yang berpihak pada para tahanan di kamp penjara AS di Guantanamo, Kuba.</p>
<p>"Dari sisi kita melihat ada langkah kemajuan, karena selama ini status tahanan ini tidak jelas. Penahanan yang tidak ada kejelasan status bagi para tahanan itu, " kata Juru Bicara Departemen Luar Negeri Teuku Faizasyah dalam media briefing, di Kantor Departemen Luar Negeri, Jakarta, Jum'at (13/6).<!--more--></p>
<p>Mahkamah Agung AS setelah melakukan voting menetapkan bahwa para warga negara asing yang ditahan pemerintah AS di kamp penjara Guantanamo berhak untuk mengajukan gugatan hukum atas penahanannya ke pengadilan sipil. Dalam putusannya, Mahkamah Agung menyatakan bahwa para tahanan itu berhak atas hak istimewa berdasarkan konstitusi.</p>
<p>Ketetapan Mahkamah Agung ini menjadi batu loncatan yang sangat penting dalam isu terorisme yang sudah berlangsung sangat lama. Dan untuk WNI yang terjerat hukuman di AS, Menurut Faiza, pihaknya akan menunggu sejauh mana nanti ada notifikasi dari pemerintah AS.</p>
<p>"Apabila notifikasi itu diterima kita akan memberikan akses kekonsuleran yang merupakan standar yang kita selalu berikan untuk WNI kita diluar negeri, terlepas dia melakukan kriminal biasa, ataupun dalam konteks dengan aktivitas terorisme, " ujarnya.</p>
<p>Ketika disinggung kedatangan Jaksa Agung AS Michael B Mukasey ke Indonesia untuk membahas WNI yang terkena kasus terorisme di AS, Faiza menjelaskan, hal tersebut tidak dibahas, dalam kunjungan itu pemerintah AS berkomitmen untuk memberikan bantuan.</p>
<p>"Kalau permasalahan WNI yang ditahan dalam konteks terorisme, kita selalu meminta penjelasan dan akses dalam waktu belakangan terakhir, " pungkasnya.</p>
<p>Seperti diketahui, Mahkamah Agung AS berpendapat meski kamp penjara itu berada di luar AS namun pengelolaannya mengikuti aturan-aturan AS, karenanya para tahanan memiliki hak konstitusi yang sama seperti warga negara AS lainnya. Para tahanan dan tim kuasa hukum mereka, sekarang boleh menuntut pemerintah untuk memberikan bukti-bukti yang selama ini menjadi alasan pemerintah AS untuk tetap memenjarakan mereka.</p>
<p>Ketetapan Mahkamah Agung ini merupakan tamparan keras ke wajah pemerintahan Bush, karena putusan ini merupakan keputusan ketiga yang isinya bertentangan dengan kebijakan pemerintahan Bush.(novel)</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Puisi di bulan November]]></title>
<link>http://firariswiyandi.wordpress.com/?p=49</link>
<pubDate>Thu, 29 May 2008 10:34:28 +0000</pubDate>
<dc:creator>fira riswiyandi</dc:creator>
<guid>http://firariswiyandi.wordpress.com/?p=49</guid>
<description><![CDATA[Malam ini akan kukatakan rahasia yang terdalam
Dimana Februari yang melelahkan, melupakan
Januari ya]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Malam ini akan kukatakan rahasia yang terdalam<br />
Dimana Februari yang melelahkan, melupakan<br />
Januari yang tertinggal,<br />
Bercumbu dengan Maret yang menggairahkan</p>
<p>Malam ini akan kuceritakan kisah paling kejam<br />
Ketika Juni yang menghujam senja, memaksa<br />
April yang terpatuk dalam cinta, tak berdaya<br />
Menyakiti Mei yang rapuh, terkulai dalam senyap</p>
<p>Malam ini akan kusenandungkan lagu tanpa nada<br />
Saat kepergian Agustus yang dicumbui mendung, menyisakan<br />
Juli yang terluka dalam penantian<br />
Berakhir pada September yang tersedak sejuta kenangan</p>
<p>Malam ini akan kutulis sajak paling syahdu<br />
Terhenyak oleh Oktober tak kembali, membingkai<br />
Rindu yang menguras segala nalarku, dan<br />
Memporak-porandakan angkuhku, dalam<br />
Kelembutan November yang tegar</p>
<p>Malam ini akan kutulis puisi paling indah<br />
Puisi di bulan November<br />
Menyulam pintalan kenangan yang sempurna, diantara<br />
Rentetan bulan penuh warna</p>
<p>Berharap Desember tidak melewatkan setiap gelisah yang hadir<br />
Setiap rindu yang mengetuk-ngetuk di balik temaram senja<br />
Dan setiap cinta yang mengalir di entakan nafas<br />
Karena semuanya terlalu indah</p>
<p>Malam ini telah aku tulis puisi paling indah,<br />
Puisi di bulan November…</p>
<p style="text-align:right;">“FR-301107”</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Jakarta makin kejam ya...]]></title>
<link>http://orangemood.wordpress.com/?p=410</link>
<pubDate>Tue, 27 May 2008 02:58:58 +0000</pubDate>
<dc:creator>OrangeMood</dc:creator>
<guid>http://orangemood.wordpress.com/?p=410</guid>
<description><![CDATA[Masih ingatkan cerita saya tentang ada orang yang meminta uang untuk ongkos pulang dengan berbagai a]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Masih ingatkan cerita saya tentang ada orang yang meminta uang untuk ongkos pulang dengan berbagai alasan<a title="Just Believe in God" href="http://orangemood.wordpress.com/2007/11/26/i-just-believe-in-god/"> disini</a>? setelah 2 bulan terakhir ini saya semakin sadar bahwa ternyata saya beneran di tipu... fakta yang pertama adalah ternyata saya melihat wanita tersebut melakukan hal yang sama beberapa hari kemudian, bedanya dia mencari <span style="text-decoration:line-through;">mangsa/korban</span> orang baik di mall CitraLand (CitraLand dan Taman Anggrek ngga jauh kan?)</p>
<p>Fakta kedua yaitu setelah 2 bulan ini saya lebih "mengenal dunia luar" karena saya setiap hari naik feeder bus dari Ratu Plaza, saya sering menjumpai orang yang seperti itu, dalam hampir setiap minggu, dan beberapa kali saya juga akan <span style="text-decoration:line-through;">dimangsa</span> dimintai lagi, akhirnya sekarang ini saya harus menjawab "Maaf tidak bisa" atau hanya sekedar melambaikan tangan, ironic yah, tapi itulah kenyataan...</p>
<p>Lalu kemarin saya baru saja di tipu oleh tukang ojek... kok bisa ya?... jadi ceritanya saya hendak naik ojek, waktu naik saya sudah menanyakan "berapa?..." tukang ojek menjawab "7,000..." saya menjawab "5,000 biasanya..." lalu dia menjawab "Ngga dimahalin kok..." akhirnya saya naik, meski saya sedikit malas karena tampangnya menyebalkan dan gaya bicaranya...</p>
<p>Setelah sampai, uang saya 20,000 saya berikan, dikembalikan 10,000 dan si tukang ojek itu bersiap2 <span style="text-decoration:line-through;">kabur</span> pergi, reflek saya menarik jaket tukang ojek itu "Hei... kembalinya kurang..." si tukang ojek itu mendelik dan berkata "itu kan 10,000..." "Tadi kan 7,000..." jawab saya dengan sedikit kesal dan keras... "Situ salah denger kali, kalau 7,000 mah saya juga ngga mau..." dalam hati saya memanas dan mulai emosi dan ingin berkata "Jadi bapak maunya apa nih sekarang?..." sambil siap2 menonjok... tapi untunglah karena pada dasarnya saya<span style="text-decoration:line-through;"> baik dan sabar</span> malas ribut dengan bapak yang ternyata memang sudah tua itu, akhirnya saya hanya berkata "silahkan ambil 3,000 nya, bapak akan menerima karmanya karena menipu saya..." bapak itu melengos dan pergi sambil bicara "siapa yang nipu..." what the hell... kalau si tukang ojek itu lebih muda, mungkin sudah saya ajak berantem sekalian... hehehe...</p>
<p>Well... Jakarta semakin kejam ya, memang hidup di Jakarta itu tidak mudah, malahan beberapa kali saya berpikir mungkin lebih enak tinggal di Singapura, Australia, Canada dsb, tapi who knows?... yah jadi beruntunglah kita2 yang masih bisa menjalani hidup dengan lebih baik, sebisa mungkin jangan merugikan orang lain, jika tidak/belum bisa membantu orang lain.</p>
<p>Have a nice day!</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kisah Duka 'Ayam Kampus'  ]]></title>
<link>http://gulangsari.wordpress.com/?p=22</link>
<pubDate>Mon, 26 May 2008 22:32:35 +0000</pubDate>
<dc:creator>goel</dc:creator>
<guid>http://gulangsari.wordpress.com/?p=22</guid>
<description><![CDATA[

Sebut saja aku Amanda, usia 25 tahun, calon ibu dari seorang anak berusia tiga bulan di dalam rahi]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>
<a href="http://gulangsari.files.wordpress.com/2008/06/ayamkampus.jpg"><img src="http://gulangsari.wordpress.com/files/2008/06/ayamkampus.jpg?w=200" alt="" width="200" height="264" class="alignleft size-medium wp-image-56" /></a></p>
<p>Sebut saja aku Amanda, usia 25 tahun, calon ibu dari seorang anak berusia tiga bulan di dalam rahimku, yang pernah kuliah di sebuah perguruan tinggi swasta di salah satu kota pelajar di Jawa Timur. Tidak sedikit orang yang mengatakan aku pintar, cantik, dan menarik. Tapi rupanya nasib tak setara dengan kecantikan fisikku. Terlahir sebagai anak sulung dari delapan bersaudara, di sebuah kota kecil di Trenggalek Jatim, perjalanan hidupku bagaikan sebuah cerita sedih bersambung yang tak pernah berakhir ... <a href="http://www.jongjava.com">bagaikan sumur tanpa dasar.</a></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Palestine,lahirnya seorang pejuang Islam]]></title>
<link>http://abdulhalim709.wordpress.com/?p=5</link>
<pubDate>Mon, 19 May 2008 13:14:58 +0000</pubDate>
<dc:creator>ABDUL HALIM</dc:creator>
<guid>http://abdulhalim709.wordpress.com/?p=5</guid>
<description><![CDATA[Ke hadapan sahabatku Taufiq,
Sudah dua malam aku berjaga, entah mengapa selaput mata ini tidak mahu ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color:#b1894d;font-size:x-small;">Ke hadapan sahabatku Taufiq,</p>
<p>Sudah dua malam <span style="font-size:medium;">aku</span> berjaga, entah mengapa selaput mata ini tidak mahu melabuhkan lapisnya membiarkan <span style="font-size:medium;">aku </span>enak dibuai mimpi lantas melupakan semua denyut permasalahan yang melanda pemikiranku yang kian hari kurasakan kian berat membebankan.</span></p>
<p><span style="color:#b1894d;"><br />
</span></p>
<p><span style="color:#b1894d;font-size:x-small;">Kelmarin selepas solat Maghrib berjemaah, Luqman sibuk melakar-lakar pos tentera Israel yang berhampiran. Mereka tempoh hari menahan Abdul Kadeer, atas alasan menyimpan senjata berbahaya. Entah apa yang mereka ketemukan, langsung <span style="font-size:medium;">aku </span>tidak ketahui.</span></p>
<p><span style="color:#b1894d;"><br />
</span></p>
<p><span style="color:#b1894d;font-size:x-small;">Sungguh kami punya senjata, namun bukan di bawah jagaan Abdul Kadeer. Israel, membuta selalu. Abdul Kadeer hanya seorang lelaki yang tua dan tempang, justeru kami tidak lagi membebankan beliau dengan apa-apa jua tugas. Kasihan anaknya Hafiz, menjerit-jerit melihat bapanya ditarik kasar. Kami tekun mengamati pelan lukisan Luqman. Rajin mendengar arahannya. <span style="font-size:medium;">Aku</span> tahu peluang untuk menang memang tipis, kami <span style="font-size:x-small;">tidak punya senjata secanggih tentera Israel, bilangan kami juga lebih kecil</span>.</span></p>
<p><span style="color:#b1894d;"><br />
</span></p>
<p><span style="color:#b1894d;font-size:x-small;"><span style="font-size:medium;">Aku</span> senyum. Sering timbul tentangan di antara kami dulu, Lutfi contohnya. Kenapa mahu teruskan perjuangan jika terang-terangan kita kecil dan lemah? Namun jawapan itu dia ketemukan sendiri saat abangnya dibunuh seorang tentera yang meronda. Haruskah <span style="font-size:medium;">aku</span> ingatkan bahawa jika bukan kami yang membela nasib saudara-mara kami di sini, lantas siapa lagikah yang akan bangun memenangkan kami? Tidak timbul lagi soal kenapa membalas serangan, yang penting dalam qalbu masing-masing sudah dipasakkan niat, yang mudah-mudahan ikhlas kerana Tuhan. Bukan kemenangan yang diidamkan, tapi semangat itu yang harus sentiasa dijulang. Sekurang-kurangnya kami menegakkan apa yang sepatutnya berdiri di sini. Kami lemah dan kecil, mungkin. Tapi itu bukan kayu pengukur. Kisah Omar Mukhtar selalu kami jadikan pembakar semangat. Biar syahid di tali gantung namun Italy sudah tentu tidak akan melupakan insan gagah yang selama 20 tahun tidak berputus asa membebaskan Libya daripada penjajah.</span></p>
<p><span style="color:#b1894d;"><br />
</span></p>
<p><span style="color:#b1894d;font-size:x-small;">Esok dengan izin Tuhan, akan kami ke sana. Dan sudah tentu <span style="font-size:medium;">aku</span> perlu kepada tidur yang cukup. Namun entahlah, degil sungguh lena daripada menjemputku. Lantas kuambil pena dan tinta, mencoretkan sesuatu agar jika satu masa nanti <span style="font-size:medium;">aku</span> telah tiada, sekurang-kurangnya ada secebis hati (kau!) yang masih mengingatiku. Segala-galanya milikku tidak kekal lama, hanya kuharapkan persahabatan kita mekar, lebih kekal daripada semuanya di bumi kelahiranku ini. Serasa terlalu penat <span style="font-size:medium;">aku</span> mendiami perasaan yang sukar dirungkaikan dengan kata-kata.</span></p>
<p><span style="color:#b1894d;"><br />
</span></p>
<p><span style="color:#b1894d;font-size:x-small;">Benarkah Taufiq?<br />
A goat would be slaughtered only if it chooses to?<br />
Benarkah?</span></p>
<p><span style="color:#b1894d;"><br />
</span></p>
<p><span style="color:#b1894d;font-size:x-small;">Kata-kata itu <span style="font-size:medium;">aku</span> pinjam dari seseorang yang tidak<span style="font-size:medium;"> aku</span> kenali, saat kau terjatuhkan bingkisan surat khabar yang kau bawa dari Malaysia. Salah satu komen pembacamu. Aku bertanyakan maksudnya daripadamu, dan patutlah engkau sendiri serba-salah mahu menterjemahnya.</span></p>
<p><span style="color:#b1894d;"><br />
</span></p>
<p><span style="color:#b1894d;font-size:x-small;">Saban malam biar sudah bertahun lamanya <span style="font-size:medium;">aku</span> masih terdengar-dengar tangisan Khalilah adikku yang ketika itu berusia enam tahun tatkala melihatkan ibuku ditembak oleh anjing bertopengkan wajah manusia tanpa sedikitpun rasa kasihan. <span style="font-size:medium;">Aku</span> masih ingat <span style="font-size:medium;">aku</span> sendiri menggigil-gigil ketakutan di bawah alas tidur melihatkan percikan darah abangku Jamil saat tempurung kepalanya bersepai dilawati peluru mesin syaitan itu. Hatiku luluh melihat bapaku dipijak-pijak oleh anjing-anjing kerahan iblis itu. 21 Ogos 1969 lelaki itu begitu gah sekali menyelamatkan Masjid Al-Aqsa saat bangunan itu dijilat api dibakar Zionis. Namun malam itu maruahnya diletakkan di bawah tapak but yang menggerunkan. Taufiq, <span style="font-size:medium;">aku</span> kira kau takkan mengerti apa yang <span style="font-size:medium;">aku</span> rasa saat itu. Bayangkan saat menjadi pelarian di Beirut jauh dari rumahmu yang sudah hancur ranap, tiba-tiba setiap orang bertempiaran, menjerit-jerit digempur oleh bunyi yang maha kuat lalu keluar segerombolan jembalang berpakaian tentera dengan mesin pembunuh yang memuntahkan butir-butir yang berdesing memburu manusia-manusia yang tidak mengerti mengapa harus nyawa mereka direntap.</span></p>
<p><span style="color:#b1894d;"><br />
</span></p>
<p><span style="color:#b1894d;font-size:x-small;">Aku kira usia 17 padamu Taufiq, kau sibuk menguruskan pendidikanmu. Sekolah dan peperiksaan, keluarga dan teman-teman, percutian dan hobi masa lapang. <span style="font-size:medium;">Aku </span>tidak salahkanmu Taufiq, jauh sekali daripada mencemburuimu. Aku sekadar berkongsi cerita. Kita sama-sama makhluk Tuhan, dan masing-masing diuji dengan cara-Nya yang tersendiri. 16 September 1982, dua minggu sebelum ulang tahun kelahiranku yang ke 17, dan dua hari berikutnya, seramai 3500 umat Islam Palestin disembelih, diperkosa, diseksa tentera Kristian Lebanon dari Tel Aviv, dihantar khas oleh Yahudi Laknatullah, kononnya usaha untuk menyahkan “militan” Palestinian Liberation Organization. Entah dari mana Israel mendapat idea gila bahawa mereka layak membenarkan tindakan itu lantas menarik beribu-ribu nyawa umat Muhammad. Seluruh ahli keluargaku terkorban dalam peristiwa itu. <span style="font-size:medium;">Aku </span>kira Khalilah sendiri belum pandai mengeja untuk menjadi ahli PLO. Ah, <span style="font-size:medium;">aku</span> menjadi putus harap.</span></p>
<p><span style="color:#b1894d;"><br />
</span></p>
<p><span style="color:#b1894d;font-size:x-small;"><span style="font-size:medium;">Aku </span>tak fikir rakyat dunia hari ini punya sensitiviti untuk mendengar ceritaku. Cukup kau sahaja yang menjadi temanku Taufiq. Mendengar kisahku. Umat dunia hari ini lebih bersedih dengan kejadian World Trade Centre, menutup langsung kisah Sabra dan Shatila. <span style="font-size:medium;">Aku </span>hanya rakyat Palestin. Bukan kelahiran Amerika. Bukan warga negara maju. Lalu kisahku tidak diambil peduli. Begitu kejap kisah WTC menjengah, Amerika menuding jari menuduh warga Afghanistan menjadi dalangnya. Begitu pantas pula bumi itu disapa oleh ramahnya bala tentera Amerika.</span></p>
<p><span style="color:#b1894d;"><br />
</span></p>
<p><span style="color:#b1894d;font-size:x-small;">Kegilaan apakah ini?<br />
Atau <span style="font-size:medium;">aku</span>kah yang sesat hidup di alam kebinatangan?</span></p>
<p><span style="color:#b1894d;"><br />
</span></p>
<p><span style="color:#b1894d;font-size:x-small;">Pernah kaunyatakan padaku yang kaubenci melihat umatmu yang masih tidur. Jika <span style="font-size:medium;">aku</span> di sini mahu menyelamatkan saudara-maraku secara fizikal, kau pula buntu bagaimana mahu menyelamatkan paradigma saudara-maramu daripada dijajah oleh cacing-cacing yang memamah kewarasan fikiran dan kekejatan iman. Kau mual dengan minda umat di bumi kelahiranmu. Sibuk dengan fesyen dan muzik (ah, aku sendiri tidak berselera untuk memikirkan perkara seremeh itu), mengikut-ikut rentak dunia terkini. Menjadikan Barat sebagai contoh tanpa sedar merekalah pembunuh benih-benih mujahid agama. Dari sekecil-kecil anak sehingga ke pakcik tua. Budaya Yahudi ditanam kukuh dalam kehidupan. Anak-anak diajar dengan tatasusila Inggeris kesemuanya, silibus agama dicarik-carik sehingga tinggal cebisan tulang, sekadar senipis selaput membran sel. Dilekakan dengan hedonisme. Terus mengikut sistem perdagangan yang ditinggalkan penjajah Inggeris, lantas membenarkan mereka menguasai ekonomi tanpa sebarang perubahan. Dan mereka menyeringai sinis menyaksikan kebebalan umat. Mendewa-dewakan sistem pemerintahan mereka. Mengamalkan sifat-sifat busuk mereka. Kau marah dan kau ingin bangun tapi kau tidak tahu caranya selain media yang kau pegang dan doa yang kautitipkan. Oh Taufiq, kau memang mulia (senyum).</span></p>
<p><span style="color:#b1894d;"><br />
</span></p>
<p><span style="color:#b1894d;font-size:x-small;"><span style="font-size:medium;">Aku</span> ingin menangis, tapi <span style="font-size:medium;">aku</span> tidak mampu. Menangis tidak akan merubah apa-apa. Menangis tidak akan membuatkan semua umat Islam bersatu dan mengikat perjanjian memeterai keselamatan dan hak setiap nyawa Muslim di atas muka bumi. Menangis sekali-kali tidak akan menegakkan Khilafah Islamiyyah. Dan jika sekalipun <span style="font-size:medium;">aku</span> menangis, tiada siapa yang sudi mendengarnya. <span style="font-size:medium;">Aku</span> tidak tahu ke mana semua manusia yang diangkat menjadi pemimpin itu pergi. Mungkinkah gempa letupan di Palestin tidak terdengar ke negara-negara lain, lantas mereka meneruskan mimpi yang hanya seketika?</span></p>
<p><span style="color:#b1894d;"><br />
</span></p>
<p><span style="color:#b1894d;font-size:x-small;">Dan buat kesekian kalinya <span style="font-size:medium;">aku </span>sendiri tidak tahu apakah tindakanku untuk menyusup di bawah gelimpangan mayat malam berdarah itu, benar atau sebaliknya. <span style="font-size:medium;">Aku</span> sepatutnya biarkan sahaja diriku mati hari itu, bukankah itu yang sewajarnya? Daripada melihat serangan berpanjangan Yahudi - Zionis terhadap Masjid Suci itu walaupun selepas Perjanjian Oslo pada 1993. Daripada menderita melihat kebejatan ihsan umat dunia. Kadang-kadang <span style="font-size:medium;">aku</span> terfikir Taufiq, adakah cuma rakyat Palestin seperti kami sebenarnya yang mengetahui kepentingan Masjid Al-Aqsa? Ah, itu bukanlah soalan yang betul. Adakah cuma rakyat Palestin seperti kami yang beriya-iya mempertahankan Islam? Adakah negara-negara Arab yang lain, lebih tepat lagi, negara-negara Islam yang lain, gerun menghadapi Israel dan Amerika? Oh, mungkin Iraq juga mempertahankan Islam, lalu terus dengan kadar segera dibunuh bandar dan rakyatnya. Dan negara-negara lain terus menafikan kaitan mereka dengan Islam, agar terpelihara negeri dan makmur penduduknya. Oh... Kasihannya rakyat bumiku tak terbela...</span></p>
<p><span style="color:#b1894d;"><br />
</span></p>
<p><span style="color:#b1894d;font-size:x-small;">Marah?<br />
Gilalah <span style="font-size:medium;">aku</span> kiranya tidak punya perasaan marah. <span style="font-size:medium;">Aku</span> tidak minta supaya kau datang ke mari lagi Taufiq, tidak langsung <span style="font-size:medium;">aku</span> minta kau datang ke mari meninggalkan rumahmu dan keluargamu dan negaramu yang aman damai lantas menemaniku di sini yang selalu diselubungi perasaan takut. Menemaniku bererti kau harus selalu menghitung berapa temankah yang syahid hari ini. Berkira-kira berapa lama lagi yang ada sebelum dijemput Malaikat Maut. Menenangkan diri tika hati berdegup kencang terlihatkan manusia bersenjata. Membilang hari-hari berlalu dengan rasa kesyukuran dalam setiap nafas yang disedut. Sekurang-kurangnya dengan setiap deru nafas itu Israel tahu kami masih tidak mengalah. Yahudi tahu bahawa janji Tuhan akan tiba. Melihat Amerika tidur terus-terusan dalam istidraj. Biar. Aku yakin Taufiq, Tuhan Maha Adil.</span></p>
<p><span style="color:#b1894d;"><br />
</span></p>
<p><span style="color:#b1894d;font-size:x-small;">Dunia melihat aduan terhadap Ariel Sharon difailkan di mahkamah antara bangsa untuk jenayah perang (Belgian Courts for war crime), tapi dengan selamatnya dia berjaya meloloskan diri. Heh, dan <span style="font-size:medium;">aku</span> kira Slobodan Milosevic mungkin berasa jaki terhadap Sharon. Oh, subhanallah. Besar hikmahnya <span style="font-size:medium;">aku </span>hidup selepas Sabra dan Shatila Taufiq. Biarpun <span style="font-size:medium;">aku</span> terpaksa menyaksikan Sharon digelar oleh anjing saudaranya Bush sebagai “A Man of Peace”, paling kurang dari Lebanon <span style="font-size:medium;">aku</span> nekad kembali ke Palestin menjadi ahli Hamas pada 1987. Bangga <span style="font-size:medium;">aku </span>dinobatkan sebagai Atfal Hijarah, sedang katamu kawan-kawanmu sudah cukup berpuas hati bergelar umat Islam tanpa sedikitpun berjuang. Fahamkah dunia betapa perit apa yang kami rasa? Memerangi Zionis dengan hatta batu. Harga yang harus dibayar kerana bergelar Muslim penduduk bumi suci. Namun<span style="font-size:medium;"> aku</span> cukup berbesar hati Taufiq, biar langsai nyawaku, agama ini agamaku, tanah ini tanahku. Usia 20-anmu kau sibuk merakam takziah buat agama, melihat umat yang lemah tak bersemangat dalam perjuangan berdakwah. Usia 20-anku pada 1989 aku mengucap syukur menyaksikan semangat sahabat-sahabatku yang dipenjarakan. Turut melaungkan takbir saat masa merakam peristiwa di Bir Nabala. Kau barangkali bungkam tatkala sahabat-sahabatmu tidak hadir ke usrah, tapi <span style="font-size:medium;">aku</span> bungkam, lagi dan lagi saat Sheikh Ahmad Yassin dan Abdul Aziz Rantisi dibalun haiwan.</span></p>
<p><span style="color:#b1894d;"><br />
</span></p>
<p><span style="color:#b1894d;font-size:x-small;">Adakah ibuku seekor kambing yang dipilih untuk disembelih Taufiq? Adakah abangku dan bapaku dan adikku dan <span style="font-size:medium;">aku </span>dan jiran-jiranku dan saudara-maraku semuanya tidak lebih daripada kambing-kambing yang diminta untuk disembelih? Mana dunia saat kami ditindan bencana? Mungkinkah kalian akan terus lena sehingga sampainya satu saat di mana rumah kalian dihenyak dan maruah kalian dicalari? Tidak Taufiq, <span style="font-size:medium;">aku</span> tidak mendoakan sesuatu yang buruk untuk kalian. Tidak pernah dan tidak akan. Cuma terlalu banyak harapan yang <span style="font-size:medium;">aku</span> gantungkan. Kalian punya peluang yang tidak kami punyai. Kalian punya suara, kami cuma punya air mata yang tidak diendahkan. Kalian punya pendidikan, punya kuasa (yang kalian tidak pernah gunakan), kami cuma punya permintaan, demi permintaan.</span></p>
<p><span style="color:#b1894d;"><br />
</span></p>
<p><span style="color:#b1894d;font-size:x-small;">Penat?<br />
Sudah </span><span style="color:#b1894d;font-size:medium;">aku</span><span style="color:#b1894d;font-size:x-small;"> nyatakan awal-awal, <span style="font-size:medium;">aku</span> penat mendiami perasaan ini. Saban hari tugas tidak menentu. Mempertaruhkan nyawa. Bukan <span style="font-size:medium;">aku</span> penat dengan tanggungjawab ini Taufiq, cuma <span style="font-size:medium;">aku</span> penat dengan kekesalan, penat melihat kejatuhan umat. <span style="font-size:medium;">Aku</span> sedih melihat kanak-kanak membesar tanpa persekitaran yang mendamaikan. Hafiz mungkin masih terlalu kecil untuk memahami, tapi Aminah yang berusia tujuh tahun itu begitu kejal jiwanya pada pandanganku. Semalam <span style="font-size:medium;">aku</span> lihat dia memberi cebisan rotinya untuk Ruqayyah adik kecilnya sedang dia sendiri menelan liur melihat makanan itu dikunyah rakus. Salman, anak bongsu Luqman yang berusia 12 tahun begitu berhati-hati tidak membenarkan Aminah dan kanak-kanak perempuan lain keluar bermain tanpa pengawasannya. Pernah <span style="font-size:medium;">aku</span> dengar kata-kata Salman;<br />
<em>“Kalian kaum perempuan, duduk di rumah. Jika ada apa-apa berlaku terhadap kalian, akulah yang kelak rasa paling bersalah,”</em> oh! Sungguhkah Salman masih anak-anak?</span></p>
<p><span style="color:#b1894d;"><br />
</span></p>
<p><span style="color:#b1894d;font-size:x-small;">Sungguh <span style="font-size:medium;">aku </span>tidak mengimpikan tertegaknya Khilafah Islamiyyah saat <span style="font-size:medium;">aku </span>masih hidup, kerana <span style="font-size:medium;">aku</span> </span><span style="color:#b1894d;font-size:x-small;">sendiri tidak mampu berjanji untuk terus bernafas pagi esok. <span style="font-size:medium;">Aku</span> tidak minta untuk kerajaan kafir terus tersungkur esok, tapi usaha akan terus <span style="font-size:medium;">aku</span> panjangkan, sungguh, dengan izin Tuhan, hatta dengan batu. <span style="font-size:medium;">Aku</span> akan teruskan perjuangan yang sedia ada ini, walaupun <span style="font-size:medium;">aku</span> tidak nampak kelibat kejayaan menghampiri. <span style="font-size:medium;">Aku </span>berjuang bukan untuk menang Taufiq, aku berjuang kerana Tuhan. <span style="font-size:medium;">Aku </span>tidak melawan untuk hidup Taufiq, tapi <span style="font-size:medium;">aku</span> berperang untuk mati. Jika kalah, <span style="font-size:medium;">aku</span> yakin ada perhitungan yang lebih baik untukku kemudian. Memang aku kasihkan keluargaku, teman-temanku dan segala-galanya di bumi Palestin ini, tapi <span style="font-size:medium;">aku</span> yakin Tuhan tidak akan membiarkan kami terus-terusan bersedih.</span></p>
<p><span style="color:#b1894d;"><br />
</span></p>
<p><span style="color:#b1894d;font-size:x-small;">Taufiq, harus <span style="font-size:medium;">aku</span> carikkan noktah di sini. <span style="font-size:medium;">Aku </span>perlu lekas berangkat, punya hal yang harus diselongkar. Terima kasih sahabat, atas lawatanmu tempoh hari. Surat ini akan kuserahkan kepada ahli bantuan dari negaramu, sampai dengan selamat hendaknya kepadamu. Mudah-mudahan Tuhan akan mengurniakan kita keimanan dan kekuatan yang bertambah mantap sehingga saat kita bertemu-Nya. Mudah-mudahan azan akan terus berkumandang di seluruh ceruk dunia. Mudah-mudahan kita terus bersyukur dengan nikmat Iman. Dan sentiasa kita dalam rahmat-Nya.</span></p>
<p><span style="color:#b1894d;"><br />
</span></p>
<p><span style="color:#b1894d;font-size:x-small;">Sekiranya <span style="font-size:medium;">aku</span> mati, Taufiq, engkaulah yang kuharapkan menggalas amanah menongkah kesedaran.</span></p>
<p><span style="color:#b1894d;"><br />
</span></p>
<p><span style="color:#b1894d;font-size:x-small;">Salam juang,<br />
Umar</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#b1894d;"><br />
</span></p>
<p><span style="color:#b1894d;"><br />
</span></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Taj Mahal di India]]></title>
<link>http://akulelaki.wordpress.com/?p=261</link>
<pubDate>Fri, 09 May 2008 18:29:11 +0000</pubDate>
<dc:creator>adie khairiel</dc:creator>
<guid>http://akulelaki.wordpress.com/?p=261</guid>
<description><![CDATA[




Taj Mahal.



Taj Mahal (Bahasa Hindi:ताज महल)yang terletaknya di tebing Sungai Jum]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><!-- start content --></p>
<div class="thumb tright">
<div class="thumbinner" style="width:282px;"><a class="image" title="Taj Mahal." href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Imej:Taj_Mahal_2004.jpg"><img class="thumbimage" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/ms/thumb/2/24/Taj_Mahal_2004.jpg/280px-Taj_Mahal_2004.jpg" border="0" alt="Taj Mahal." width="280" height="231" /></a></p>
<div class="thumbcaption">
<div class="magnify"><a class="internal" title="Besarkan" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Imej:Taj_Mahal_2004.jpg"><img src="http://ms.wikipedia.org/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" alt="" width="15" height="11" /></a></div>
<p>Taj Mahal.</p>
</div>
</div>
</div>
<p><strong>Taj Mahal</strong> (<a title="Bahasa Hindi" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Hindi">Bahasa Hindi</a>:<strong>ताज महल</strong>)yang terletaknya di tebing Sungai <a class="new" title="Jumna (belum ditulis)" href="http://ms.wikipedia.org/w/index.php?title=Jumna&#38;action=edit&#38;redlink=1">Jumna</a>, berhampiran <a title="Agra" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Agra">Agra</a>, <a title="India" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/India">India</a>, merupakan <a title="Makam" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Makam">makam</a> yang dibina oleh Maharaja <a class="new" title="Shah Jahan (belum ditulis)" href="http://ms.wikipedia.org/w/index.php?title=Shah_Jahan&#38;action=edit&#38;redlink=1">Shah Jahan</a> (<a title="1614" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/1614">1614</a>-<a title="1666" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/1666">1666</a>) sebagai monumen peringatan untuk <a class="new" title="Mumtaz Mahal (belum ditulis)" href="http://ms.wikipedia.org/w/index.php?title=Mumtaz_Mahal&#38;action=edit&#38;redlink=1">Mumtaz Mahal</a>, isterinya yang kelima. Mula dibina pada 1632 dan siap 1648.</p>
<p>Taj Mahal kekadang dipanggil 'Taj' sahaja adalah contoh terbaik Senibina Mughal yang menggabungkan senibina <a title="Parsi" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Parsi">Parsi</a>, <a title="Turki" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Turki">Turki</a> , <a title="India" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/India">India</a> dan dan gaya senibina Islam. <a class="new" title="Arkitek (belum ditulis)" href="http://ms.wikipedia.org/w/index.php?title=Arkitek&#38;action=edit&#38;redlink=1">Arkitek</a> utama bangunan ini ialah Ustaz <a class="new" title="Ahmad Lahauri (belum ditulis)" href="http://ms.wikipedia.org/w/index.php?title=Ahmad_Lahauri&#38;action=edit&#38;redlink=1">Ahmad Lahauri</a> . Taj Mahal merupakan sebuah kompleks bersepadu iaitu mempunyai bahagian makam, dewan, taman rekreasi , masjid, menara tinjau dan lain-lain. Tahun 1983 <a title="UNESCO" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/UNESCO">UNESCO</a> mengisytiharkan Taj Mahal sebagai <a class="new" title="Tapak Warisan Sedunia (belum ditulis)" href="http://ms.wikipedia.org/w/index.php?title=Tapak_Warisan_Sedunia&#38;action=edit&#38;redlink=1">Tapak Warisan Sedunia</a> yang perlu dilindungi . Bangunan ini dikatakan 'permata senibina Islam'.<span class="mw-headline"></span></p>
<table id="toc" class="toc" border="0" summary="Senarai kandungan">
<tbody>
<tr></tr>
</tbody>
</table>
<p><strong><span class="mw-headline">Asal dan Inspirasi</span></strong></p>
<p>Tahun 1631 Shah Jahan yang menjadi Maharaja <a class="new" title="Dinasti Mughal (belum ditulis)" href="http://ms.wikipedia.org/w/index.php?title=Dinasti_Mughal&#38;action=edit&#38;redlink=1">Dinasti Mughal</a> telah kematian isteri tersayang. Isterinya <a class="new" title="Mumtaz Mahal (belum ditulis)" href="http://ms.wikipedia.org/w/index.php?title=Mumtaz_Mahal&#38;action=edit&#38;redlink=1">Mumtaz Mahal</a> telah meninggal ketika melahirkan anak mereka yang ke-14 <a class="new" title="Begum Gauhara (belum ditulis)" href="http://ms.wikipedia.org/w/index.php?title=Begum_Gauhara&#38;action=edit&#38;redlink=1">Begum Gauhara</a> ketika Shah Jahan berada di medan pertempuran pada tahun <a title="1631" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/1631">1631</a> ketika Shah Jahan dalam kempen memperluaskan tanah jajahannya.</p>
<h2><span class="mw-headline">Pengaruh</span></h2>
<p>Makam Taj Mahal ini menggambarkan keagungan senibina Dinasti Mughal. Bangunan lain yang mendapat gaya senibina ini ialah <a class="new" title="Timurid (belum ditulis)" href="http://ms.wikipedia.org/w/index.php?title=Timurid&#38;action=edit&#38;redlink=1">Timurid</a> dan bangunan Mughal. Ini termasuklah <a class="new" title="Gur-e Amir (belum ditulis)" href="http://ms.wikipedia.org/w/index.php?title=Gur-e_Amir&#38;action=edit&#38;redlink=1">Gur-e Amir</a> di <a class="new" title="Samarkhan (belum ditulis)" href="http://ms.wikipedia.org/w/index.php?title=Samarkhan&#38;action=edit&#38;redlink=1">Samarkhan</a>. Makam <a class="new" title="Humayun (belum ditulis)" href="http://ms.wikipedia.org/w/index.php?title=Humayun&#38;action=edit&#38;redlink=1">Humayun</a> yang dipanggil Makam Itmad-Ud-Daulah dan Masjid Jama Lauhari dari <a title="Turki" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Turki">Turki</a> untuk mereka di Delhi.</p>
<h2><span class="mw-headline">Pembinaan</span></h2>
<p>Shah Jahan memerintahkan Ustaz Ahmad bentuk bangunan ini. Ustaz mengumpulkan 20,000 orang pekerja yang terdiri daripada tukang batu, tukang emas, dan pengukir yang termasyhur dari seluruh dunia.</p>
<p>Dengan <a class="new" title="Bumbung (belum ditulis)" href="http://ms.wikipedia.org/w/index.php?title=Bumbung&#38;action=edit&#38;redlink=1">bumbung</a>, kubah dan menara yang diperbuat daripada <a class="new" title="Marmar (belum ditulis)" href="http://ms.wikipedia.org/w/index.php?title=Marmar&#38;action=edit&#38;redlink=1">marmar</a> putih, serta seni <a class="new" title="Mozek (belum ditulis)" href="http://ms.wikipedia.org/w/index.php?title=Mozek&#38;action=edit&#38;redlink=1">mozek</a> yang indah, Taj Mahal merupakan salah satu daripada <a class="new" title="Tujuh Benda Ajaib (belum ditulis)" href="http://ms.wikipedia.org/w/index.php?title=Tujuh_Benda_Ajaib&#38;action=edit&#38;redlink=1">Tujuh Benda Ajaib</a> di dunia. Sebanyak 43 jenis <a class="new" title="Batu permata (belum ditulis)" href="http://ms.wikipedia.org/w/index.php?title=Batu_permata&#38;action=edit&#38;redlink=1">batu permata</a>, termasuknya <a title="Berlian" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Berlian">berlian</a>, <a title="Jed" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Jed">jed</a>, <a class="new" title="Kristal (belum ditulis)" href="http://ms.wikipedia.org/w/index.php?title=Kristal&#38;action=edit&#38;redlink=1">kristal</a>, <a class="new" title="Topaz (belum ditulis)" href="http://ms.wikipedia.org/w/index.php?title=Topaz&#38;action=edit&#38;redlink=1">topaz</a> dan <a class="new" title="Nilam (belum ditulis)" href="http://ms.wikipedia.org/w/index.php?title=Nilam&#38;action=edit&#38;redlink=1">nilam</a> telah digunakan. Pembinaan Taj Mahal menelan masa sebanyak 22 tahun.</p>
<h2><span class="mw-headline">Taman rekreasi</span></h2>
<p>Taman rekreasi seluas 300 meter X 300 meter dengan ,lorong-lorong hiasan bunga. Ada empat charbagh yang melambangkan empat sungai utama di India yang kononnya mengalir dari syurga.</p>
<h2><span class="mw-headline">Seni khat</span></h2>
<p>Ayat dari <a class="mw-redirect" title="Al Quran" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Al_Quran">al Quran</a> menjadi hiasan utama Taj Mahal. Huruf <a class="new" title="Khat (belum ditulis)" href="http://ms.wikipedia.org/w/index.php?title=Khat&#38;action=edit&#38;redlink=1">khat</a> <a class="new" title="Thuluth (belum ditulis)" href="http://ms.wikipedia.org/w/index.php?title=Thuluth&#38;action=edit&#38;redlink=1">thuluth</a> menjadi seni huruf utama. Jurukhat bernama Amanat Khan dibawa dari Parsi.</p>
<p>Antara surah yang menjadi hiasan ialah Surah 91 , Surah 112 , Surah 89 , Surah 93 , Surah 95 , Surah 94, Surah 36 , Surah 81 , Surah 82 , Surah 84 , Surah 98 , Surah 67 , Surah 48 , Surah 77 dan Surah 39 .</p>
<h2><span class="mw-headline">Kontraktor projek</span></h2>
<p>Taj Mahal mendapat dibina oleh sekumpulan tukang / kontraktor dari seluruh dunia:</p>
<ul>
<li>Arkitek <a title="Turki" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Turki">Turki</a> bernama <a class="new" title="Ustaz Isa (belum ditulis)" href="http://ms.wikipedia.org/w/index.php?title=Ustaz_Isa&#38;action=edit&#38;redlink=1">Ustaz Isa</a> dan <a class="new" title="Isa Muhammad Effendi (belum ditulis)" href="http://ms.wikipedia.org/w/index.php?title=Isa_Muhammad_Effendi&#38;action=edit&#38;redlink=1">Isa Muhammad Effendi</a> yang mendapat latihan di <a class="new" title="Otoman (belum ditulis)" href="http://ms.wikipedia.org/w/index.php?title=Otoman&#38;action=edit&#38;redlink=1">Otoman</a>, <a title="Turki" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Turki">Turki</a>. Beliau pernah berguru dengan <a class="new" title="Koca Mimar Sinan Agha (belum ditulis)" href="http://ms.wikipedia.org/w/index.php?title=Koca_Mimar_Sinan_Agha&#38;action=edit&#38;redlink=1">Koca Mimar Sinan Agha</a>.</li>
<li>[Puru dari Benarus, Parsi ( Iran).</li>
<li>Kubah / dom utama direka oleh Ismail Khan dari <a class="mw-redirect" title="Empayar Ottoman" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Empayar_Ottoman">Empayar Ottoman</a>.</li>
<li>Qazim Khan dari <a title="Lahore" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Lahore">Lahore</a> menghiasi kubah dengan emas.</li>
<li>Chiranjilal seorang pakar dari Delhi - ketua pengukir mozek.</li>
<li>Amanat Khan dari <a class="new" title="Shiraz (belum ditulis)" href="http://ms.wikipedia.org/w/index.php?title=Shiraz&#38;action=edit&#38;redlink=1">Shiraz</a>, <a title="Iran" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Iran">Iran</a> merupakan ketua jurukhat . Namanya terukir pada pintu laluan utama.</li>
<li>Muhammad Hanif - penyelia</li>
<li>Mir Abdul Karim dan Mukkarimat Khan Shiraz, Iran - kewangan dan pembelian barangan.</li>
<li>Pengukir dari <a class="new" title="Bukhara (belum ditulis)" href="http://ms.wikipedia.org/w/index.php?title=Bukhara&#38;action=edit&#38;redlink=1">Bukhara</a>.</li>
<li><a class="new" title="Caligrafi (belum ditulis)" href="http://ms.wikipedia.org/w/index.php?title=Caligrafi&#38;action=edit&#38;redlink=1">Caligrafi</a> dari <a title="Syria" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Syria">Syria</a> dan <a class="new" title="Farsi (belum ditulis)" href="http://ms.wikipedia.org/w/index.php?title=Farsi&#38;action=edit&#38;redlink=1">Farsi</a>.</li>
<li>Inlayer dari <a title="India" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/India">India</a> Selatan.</li>
<li>Pemotong batu mozek / marmar dari <a class="new" title="Balochistan (belum ditulis)" href="http://ms.wikipedia.org/w/index.php?title=Balochistan&#38;action=edit&#38;redlink=1">Balochistan</a>.</li>
</ul>
<h2><span class="mw-headline">Bahan binaan</span></h2>
<p>Bahan binaan di bawa dari seluruh Asia menggunakan 1000 ekor gajah. Marmar putih dari <a title="Rajasthan" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Rajasthan">Rajasthan</a>. Permata dari <a title="Punjab" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Punjab">Punjab</a>. <a title="Jed" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Jed">Jed</a> dan <a class="new" title="Hablur (belum ditulis)" href="http://ms.wikipedia.org/w/index.php?title=Hablur&#38;action=edit&#38;redlink=1">hablur</a> dari <a title="China" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/China">China</a>. <a class="new" title="Firus (belum ditulis)" href="http://ms.wikipedia.org/w/index.php?title=Firus&#38;action=edit&#38;redlink=1">Firus</a> dari <a title="Tibet" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Tibet">Tibet</a> . <a class="new" title="Lazuardi (belum ditulis)" href="http://ms.wikipedia.org/w/index.php?title=Lazuardi&#38;action=edit&#38;redlink=1">Lazuardi</a> dari <a title="Afghanistan" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Afghanistan">Afghanistan</a>. <a class="new" title="Nilam (belum ditulis)" href="http://ms.wikipedia.org/w/index.php?title=Nilam&#38;action=edit&#38;redlink=1">Nilam</a> dari <a class="new" title="Sri Langka (belum ditulis)" href="http://ms.wikipedia.org/w/index.php?title=Sri_Langka&#38;action=edit&#38;redlink=1">Sri Langka</a>. Kamelian dari <a title="Arab" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Arab">Arab</a>.</p>
<p>28 jenis batu berharga telah digunakan bagi membina Taj Mahal.</p>
<p>Kos pembinaan lebih 32 juta rupee. Kos ini tidaklah banyak ketika itu.</p>
<h2><span class="mw-headline">Arkitek dipancung</span></h2>
<p>Apabila Taj Mahal siap dibina, Shah Jahan menjatuhi arkitek Ustaz Ahmad Lauhari <a class="new" title="Hukuman pancung (belum ditulis)" href="http://ms.wikipedia.org/w/index.php?title=Hukuman_pancung&#38;action=edit&#38;redlink=1">hukuman pancung</a>. Di samping itu, kesemua tukang yang terlibat dalam pembinaan bangunan itu dipotong <a class="new" title="Tangan (belum ditulis)" href="http://ms.wikipedia.org/w/index.php?title=Tangan&#38;action=edit&#38;redlink=1">tangan</a> mereka supaya mereka tidak dapat membina bangunan yang menandingi Taj Mahal.</p>
<p>Namun dakwaan ini masih dipertikaikan kerana Shah Mahal seorang yang 'sentimental' dan tidak ada bukti kezalimannya.</p>
<h2><span class="mw-headline">Sejarah</span></h2>
<p>Setelah Taj Mahal siap dibina, Shah Jehan telah digulingkan oleh anak lelakinya <a title="Aurangzeb" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Aurangzeb">Aurangzeb</a>. Shah Jehan telah ditahan di dalam rumah berdekatan <a class="new" title="Pelabuhan Agra (belum ditulis)" href="http://ms.wikipedia.org/w/index.php?title=Pelabuhan_Agra&#38;action=edit&#38;redlink=1">Pelabuhan Agra</a>. Dari sana beliau meninjau makam Taj Mahal.Setelah meninggal dunia, Aurangzeb mengkebumikan ayahnya di sebelah makam isterinya.</p>
<p>Abad ke-19, banyak bahagian dan lapisan telah jatuh dan tidak diperbaiki. Ketika pemberontakan India 1857, tentera British telah menguasai Taj Mahal dan mencuri batu permata d dindingnya.</p>
<p>Hujung abad ke-19, <a class="new" title="George Nathaniel Curzon (belum ditulis)" href="http://ms.wikipedia.org/w/index.php?title=George_Nathaniel_Curzon&#38;action=edit&#38;redlink=1">George Nathaniel Curzon</a> yang menjadi <a class="new" title="Wizurai (belum ditulis)" href="http://ms.wikipedia.org/w/index.php?title=Wizurai&#38;action=edit&#38;redlink=1">wizurai</a> <a title="British" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/British">British</a> di India mengarahkan pembaikan dilakukan dan siap pada 1908. Lampu-lampu besar chandeliar telah dipasang. Seni taman telah diubah mengikut gaya London.</p>
<p>Ketika <a title="Perang Dunia II" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Perang_Dunia_II">Perang Dunia II</a> pada 1942 , dindingnya rosak terkena serangan udara dari tentera <a title="Jerman" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Jerman">Jerman</a>. Tentera <a title="Jepun" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Jepun">Jepun</a> juga menjadikannya sebagai sasaran serangan udara.</p>
<p>Ketika <a class="new" title="Perang India-Pakistan 1965 (belum ditulis)" href="http://ms.wikipedia.org/w/index.php?title=Perang_India-Pakistan_1965&#38;action=edit&#38;redlink=1">Perang India-Pakistan 1965</a> dan <a title="1971" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/1971">1971</a>, Taj Mahal turut menerima padah dari serangan udara.</p>
<p>Pencemaran udara terutama hujan asid dari kilang penapis minyak <a class="new" title="Mathura (belum ditulis)" href="http://ms.wikipedia.org/w/index.php?title=Mathura&#38;action=edit&#38;redlink=1">Mathura</a> telah menjejaskan warna putih Taj Mahal. Sungai <a class="new" title="Jumna (belum ditulis)" href="http://ms.wikipedia.org/w/index.php?title=Jumna&#38;action=edit&#38;redlink=1">Jumna</a> yang kotor dan tercemar turut menjejaskan keindahan Taj Mahal.</p>
<h2><span class="mw-headline">Pelancongan</span></h2>
<p>Jutaan pelancong datang ke Agra, India semata-mata mahu melihat satu daripada 7 benada ajaib di dunia.Bandar kecil seperti <a class="new" title="Taj Ganji (belum ditulis)" href="http://ms.wikipedia.org/w/index.php?title=Taj_Ganji&#38;action=edit&#38;redlink=1">Taj Ganji</a> atau <a class="new" title="Mumtazabad (belum ditulis)" href="http://ms.wikipedia.org/w/index.php?title=Mumtazabad&#38;action=edit&#38;redlink=1">Mumtazabad</a> dibina bagi pembinaan bazar dan pasar serta medan caravan.</p>
<p>2-3 juta pelancong datang setiap tahun dan 200,000 darinya pelancong asing terutama bulan Oktober, November dan Februari. Hon kereta tidak dibenarkan. Pelancong mestilah berjalan kaki dari tapak letak kereta dan bas elektrik.</p>
<h2><span class="mw-headline">Mitos</span></h2>
<p>Shah Jahan dikatakan mahu membina bangunan serupa di seberang Sungai Jumna dengan 'taj hitam', Idea asalnya kononya daripada <a class="new" title="Jean-Baptiste Tavernier (belum ditulis)" href="http://ms.wikipedia.org/w/index.php?title=Jean-Baptiste_Tavernier&#38;action=edit&#38;redlink=1">Jean-Baptiste Tavernier</a> , seorang pengembara Eropah yang melawat bandar Agra pada 1665. Tetapi anaknya <a title="Aurangzeb" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Aurangzeb">Aurangzeb</a> menentang dan membuang marmar-marmar hitam ke dalam laut. Tetapi jejak eskavasi ke dalam Sungai Jumna pada 1990 hanya menemui marmar warna putih sahaja.</p>
<h2><span class="mw-headline">Kontroversi</span></h2>
<p>Pada 2002, sekumpulan penganut <a class="mw-redirect" title="Hindu" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Hindu">Hindu</a> mendakwa tapak asas bangunan Tal Mahal adalah <a class="new" title="Kuil (belum ditulis)" href="http://ms.wikipedia.org/w/index.php?title=Kuil&#38;action=edit&#38;redlink=1">kuil</a> Hindu. <a class="new" title="Purushottam Nagesh Oak (belum ditulis)" href="http://ms.wikipedia.org/w/index.php?title=Purushottam_Nagesh_Oak&#38;action=edit&#38;redlink=1">Purushottam Nagesh Oak</a> (lahir 1917) menyatakan tapak Taj Mahal itu masih ada ruin-ruin kuil Hindu dan mahu kerja-kerja arkeologi dilakukan.</p>
<p>Penulis P.N Oak ini juga mendakwa <a title="Kaabah" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Kaabah">Kaabah</a> di <a class="mw-redirect" title="Mekah" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Mekah">Mekah</a> adalah jelmaan <a title="Dewa" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Dewa">dewa</a> <a class="new" title="Shiva (belum ditulis)" href="http://ms.wikipedia.org/w/index.php?title=Shiva&#38;action=edit&#38;redlink=1">Shiva</a>. Beliau turut mendakwa makam <a class="new" title="Humayun (belum ditulis)" href="http://ms.wikipedia.org/w/index.php?title=Humayun&#38;action=edit&#38;redlink=1">Humayun</a>, <a class="mw-redirect" title="Akbar" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Akbar">Akbar</a>, <a title="Vatican" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Vatican">Vatican</a>, <a title="Kaabah" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Kaabah">Kaabah</a> , <a title="Stonehenge" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Stonehenge">Stonehenge</a> adalah <a class="new" title="Kuil (belum ditulis)" href="http://ms.wikipedia.org/w/index.php?title=Kuil&#38;action=edit&#38;redlink=1">kuil</a> atau <a class="new" title="Istana (belum ditulis)" href="http://ms.wikipedia.org/w/index.php?title=Istana&#38;action=edit&#38;redlink=1">istana</a> <a class="mw-redirect" title="Hindu" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Hindu">Hindu</a>. Semua ini timbul berikutan sentimen anti-Islam di India. Ini berikutan dari kejayaan mereka merobohkan <a class="new" title="Masjid Babri (belum ditulis)" href="http://ms.wikipedia.org/w/index.php?title=Masjid_Babri&#38;action=edit&#38;redlink=1">Masjid Babri</a> .</p>
<p>Pada <a title="2005" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/2005">2005</a>, <a class="new" title="Amar Nath Mishra (belum ditulis)" href="http://ms.wikipedia.org/w/index.php?title=Amar_Nath_Mishra&#38;action=edit&#38;redlink=1">Amar Nath Mishra</a> membawa petisyen ke <a class="new" title="Mahkamah Tinggi Allahabad (belum ditulis)" href="http://ms.wikipedia.org/w/index.php?title=Mahkamah_Tinggi_Allahabad&#38;action=edit&#38;redlink=1">Mahkamah Tinggi Allahabad</a> . Beliau mendakwa Raja Hindu bernama <a class="new" title="Parmar Dev (belum ditulis)" href="http://ms.wikipedia.org/w/index.php?title=Parmar_Dev&#38;action=edit&#38;redlink=1">Parmar Dev</a> membina Taj Mahal pada <a title="1196" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/1196">1196</a> masehi. Mereka mendakwa Taj Mahal berasal dari istilah 'Tejo-Mahalaya' iaitu nama lain bagi dewa Shiva.</p>
<h3><span class="mw-headline">Bukti</span></h3>
<ul>
<li>Batu-batu yang diambil di tebing Sungai <a class="new" title="Jumna (belum ditulis)" href="http://ms.wikipedia.org/w/index.php?title=Jumna&#38;action=edit&#38;redlink=1">Jumna</a> telah dibuat <a class="new" title="Ujian tarikh karbon (belum ditulis)" href="http://ms.wikipedia.org/w/index.php?title=Ujian_tarikh_karbon&#38;action=edit&#38;redlink=1">ujian tarikh karbon</a>. Hasilnya batu itu 300 lebih tua dari period <a class="new" title="Shah Jahan (belum ditulis)" href="http://ms.wikipedia.org/w/index.php?title=Shah_Jahan&#38;action=edit&#38;redlink=1">Shah Jahan</a>. Ujian itu dilakukan oleh <a class="new" title="Marvin Miller (belum ditulis)" href="http://ms.wikipedia.org/w/index.php?title=Marvin_Miller&#38;action=edit&#38;redlink=1">Marvin Miller</a>, ahli ekonomi di <a title="New York" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/New_York">New York</a>.</li>
<li><a class="new" title="Johan Albert Mandelso (belum ditulis)" href="http://ms.wikipedia.org/w/index.php?title=Johan_Albert_Mandelso&#38;action=edit&#38;redlink=1">Johan Albert Mandelso</a> seorang pengembara <a title="Eropah" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Eropah">Eropah</a> yang melawat <a title="Agra" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Agra">Agra</a> pada 1638 , tujuh tahun selepas kematian <a class="new" title="Mumtaz Mahal (belum ditulis)" href="http://ms.wikipedia.org/w/index.php?title=Mumtaz_Mahal&#38;action=edit&#38;redlink=1">Mumtaz Mahal</a> . Beliau tidak menyatakan sebarang kerja-kerja pembinaan Taj Mahal.</li>
<li><a class="new" title="Peter Mundy (belum ditulis)" href="http://ms.wikipedia.org/w/index.php?title=Peter_Mundy&#38;action=edit&#38;redlink=1">Peter Mundy</a> seorang <a title="British" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/British">British</a> melawat <a title="Agra" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Agra">Agra</a> pada tahun Mumtaz Mahal mati. Katanya Taj Mahal telah sedia wujud sebelum Shah Jahan berkuasa.</li>
<li>Beberapa <a class="new" title="Panel (belum ditulis)" href="http://ms.wikipedia.org/w/index.php?title=Panel&#38;action=edit&#38;redlink=1">panel</a> pada makam menggunakan lambang <a class="mw-redirect" title="Hindu" href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Hindu">Hindu</a> seperti <a class="new" title="Om (belum ditulis)" href="http://ms.wikipedia.org/w/index.php?title=Om&#38;action=edit&#38;redlink=1">Om</a> dan <a class="new" title="Swastika (belum ditulis)" href="http://ms.wikipedia.org/w/index.php?title=Swastika&#38;action=edit&#38;redlink=1">Swastika</a>.</li>
</ul>
<h2><span class="mw-headline">Pautan luar</span></h2>
<ul>
<li><a class="external text" title="http://w3.spancity.com/yosri/DaftarT.htm#Taj_Mahal" rel="nofollow" href="http://w3.spancity.com/yosri/DaftarT.htm#Taj_Mahal">Lebih lanjut mengenai Taj Mahal.</a></li>
</ul>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[KeRAJAan Petra]]></title>
<link>http://kipp3k.wordpress.com/?p=172</link>
<pubDate>Thu, 08 May 2008 06:42:30 +0000</pubDate>
<dc:creator>Kipp</dc:creator>
<guid>http://kipp3k.wordpress.com/?p=172</guid>
<description><![CDATA[Pergh! Inilah satu perlawanan sengit antara pendirian Raja Petra Kamarudin tentang kes Altantuya yan]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Pergh! Inilah satu perlawanan sengit antara pendirian <strong>Raja Petra Kamarudin</strong> tentang kes Altantuya yang mengaitkan Timbalan PM, <strong>Pak Najib Tun Razak</strong>. Semua orang sedang memperkatakannya. Raja Petra  yang mengganas  di alam maya kini sedang  menanti  pertolongan  wang ikat jamin dari saku rakyat  sebanyak RM 5,000  yang sedang dikutip dari laman blognya <a href="http://www.malaysia-today.net/2008/" target="_blank">Malaysia Today</a> (tapi baru dapat tahu beliau bersetuju untuk bayar ikat jamin tersebut setelah berjumpa dengan isterinya).</p>
<p style="text-align:justify;">Secara jujurnya aku tak tahu menahu akan kenapa beliau beriya-iya dalam kes Altantuya ini (wanita Mongolia yang mati kerana di bom dengan C4). Banyak juga informasi tentang kes ini yang telah dinyatakan dalam blognya itu, tapi bila dibandingkan dengan perbicaraan di mahkamah, terdapat sedikit informasi yang lebih nyata jelasnya oleh beliau, tetapi aku tak mahu nak mengulas panjang lebar.</p>
<p style="text-align:justify;">Memang beliau amat berkeras untuk menjahanamkan pembunuh Altantuya. Dan dari pembacaan aku dari tulisan beliau tentang kes Altantuya memperlihatkan tentang kehilangan maruah mahkamah sebagai badan bebas. Ya!, yang itu memang aku sokong. Institusi Kehakiman Malaysia dah lama hilang maruahnya sejak campur tangan pihak pentadbiran (Kerajaan BN) bermula dengan kes pemecatan Hakim Tun Saleh Abas oleh Tun Mahathir. <strong>Kembalikan maruah kita! Maruah Malaysia!</strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong></strong><img class="aligncenter" src="http://www.malaysia-today.net/2008/images/stories/barred/blog_item_no_holds.jpg" border="0" alt="Image" hspace="6" width="150" height="150" /></p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><em><strong><span style="color:#ffcc00;">Today, we shall not be talking about politics. We shall also not be talking about race or religion. Today, we shall talk about doing the human thing. Today, let’s discuss how to launch a ‘Justice for Altantuya: restore Malaysia’s dignity’ campaign. And let’s send those bastards who murdered Altantuya to hell where they belong. - Raja Petra Kamarudin.</span><br />
</strong></em></p>
</blockquote>
]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
