Masih adakah lagi Ramadhan untuk aku Yang aku seru, yang bakalku rindu Tapi aku hanya meniup harap di dada waktu Semilirnya entah menjengah Arasy Atau sekadar disekat tembok nafsu Tuhan, adakah masih … more →
fikirseorangfakirfakir wrote 3 months ago: Masih adakah lagi Ramadhan untuk aku Yang aku seru, yang bakalku rindu Tapi aku hanya meniup harap d … more →
fakir wrote 6 months ago: Angin yang menderu Menyimbah segar ke jasadku Damai dan seronokpun berlagu Tapi angin itu sudah berl … more →
fakir wrote 7 months ago: Guru adalah papan tulis Tempat melukis semua rasa Melakar gembira dari dada Guru adalah pena mahal S … more →
fakir wrote 7 months ago: Untuk mereka yang diterpa musibah. Bersedihlah Usah disekat lagi air jernih yang bergenang Dari kola … more →
fakir wrote 8 months ago: Atas kanvas putih bersih itu Kau lukis lukisan cinta Kau warnakan dengan warna pengorbanan Aku melih … more →
fakir wrote 9 months ago: Lewat dinihari itu Entah kenapa hatinya bagai disalut salju Membeku dan kaku Dia benar-benar ingin m … more →
fakir wrote 10 months ago: Ada Apa Dengan Kuasa Tiada Ya, tiada Tiada apa dengannya Kalau mata nafsu yang memandang Sedang mata … more →
fakir wrote 11 months ago: Tuhan Jualkan aku rasa sesal itu Akanku kutip dan hempuk sepuasnya Biar renyuk dari kulit meredah ke … more →
fakir wrote 11 months ago: Hujan peluru yang tak sudah Hanyirnya darah yang tumpah Jadi kisah bumi barakah Usah pernah berhent … more →
fakir wrote 1 year ago: Terlalu khuatir Jika masih bergelar manusia ego Lantaran pernah diukir sejarah Keegoan yang membawa … more →
fakir wrote 1 year ago: Pada perjuangan suci Terkadang hikmah tiada berserta Engkaulah mangsanya Musuh gelak ketawa di mana- … more →
fakir wrote 1 year ago: Kembalilah diri Usah hidup dalam hipokrasi Kala sudah punya famili Nafsu membuta tuli Takkan habis d … more →
fakir wrote 1 year ago: Berhabuk Kitab Suci itu Di satu sudut meja belajar Minta disentuh dibersih Dibelek dan dibaca Berhab … more →