Label » Kesedihan

Kepada Sang Subuh (INA)

Excerpt : The Confession of an Irreligious Man by Sigismund #3)

Oh, rasa sakitku,

memar batinku,

belati bagi gairahku,

pembunuh doa-doa

para pengembara yang letih… 97 more words

Lukaku

Aku menghitung luka yang menghiasi sekujur tubuhku. 

Luka dari masa lalu, yang menghantui ketika malam menjelang dan membuatku tak kunjung lelap. 

“Luka masa lalu bukanlah kuburan di hatimu yang terus menerus menghantuimu.” Suara angin membisik. 112 more words

Poem

Bekas belas gelas beras

Hari ini
Kulewati kumparan memori
Di mana aku menari
dikait imaji bersamamu
Dinegasi waktu
Dinegasi ruang
Dinegasi upaya

Tersungkur aku melewati realitas
buah senyummu yang begitu cerdas… 46 more words

Poetry

Menghapus Kesedihan

Kau pernah tahu tentang orang-orang yang berusaha menghapus kesedihannya dengan menghamburkan uang?

Dia pergi ke sudut kafe mahal meminta pesanan pada pelayan. Kemudian makan dan minum menelan airmatanya. 33 more words

Narasi Kontemplasi

Antusias

Setiap ada kegiatan menyenangkan di keesokan hari, kebanyakan orang akan merasa sulit tidur pada malam sebelumnya. 102 more words

Melodi Maret (2018)

Subuh (INA, Excerpt : Confession of an irreligious man by Sigismund #2)

Puisi ini saya tulis 2011 lalu, waktu saya baru SMP kelas 2 (hampir 14 tahun) tapi diedit tahun 2015 di Geilenkirchen, Jerman. Tentang penyesalan sang filosof Perancis-Austria dan Doppelgänger saya, Ferdinand Pierre von Sigismund, beliau menulis buku tentang “curhatannya” sebagai orang tak bertuhan dan pemikir dalam : The Confession of Irreligious Man (1852). 460 more words

TERSENYUMLAH!

“Si bahagia, merekalah orang-orang yang tahu bahwa kesedihan tak bernilai guna sedikitpun, so… TERSENYUMLAH!

Quotes & Calligraph