Label » Mentari

4. Buah yang Muncul

Esuk dimulai dengan senyumannya, itu melegakan bagiku. Namun tak ku anggap biasa, karena ada yang lebih dari itu. Tidak lain adalah pujangga yang tersesat ini mengumbar sajak-sajaknya terkadang, ia menjadi terjebak dalam ikatan yang didambanya, dalam ikatan yang membuatnya memberi salah satu puisinya ini namun hanya sepenggal yang ia berikan, karena takut akan rasa yang berlebih yang dirasakan aisya nantinya. 201 more words

Cerita

Berburu Sunset di Pantai Tanjung Tinggi Pulau Belitung

Sore menjelang disaat raga menjejak area pantai tebing tinggi. Suasana relatif sepi dengan cuaca yang begitu bersahabat, sejuk dan sendu. Satu conter pengrajin

batu satam menyambut kedatangan kami, menawarkan sensasi dongeng bahwa batu satam berwarna hitam itu adalah meteor yang pernah mendarat di bumi belitung. 349 more words

Jalan Yuk

Selamat Pagi

Sambutlah mentari pagi dengan senyum lebar di wajah karena itu tentu lebih manis daripada mengerutkan dahi kepesimisan. Semangaaaaaaat……..

Blog

Hasrat Imajiner Sang Proklamator

Cukup sudah aku tertidur

setelah sekian lama berdiam diri

aku mau bangkit


aku rindu menyapa embun sejuk

membiarkan rambut dan kulit dibasih

hangatnya cahaya mentari

diiringi celoteh pipit yang singgah

memanen bulir padi


oh..aroma semerbak bulir itu

meresap ke dalam sukmaku


kunantikan senyum gembira

yang dulu begitu nikmat

senyum segala suku

tawa riang segala etnis

dan duka seluruh umat


masihkah semua itu seperti dahulu kala? 19 more words
Puisi

Jika

Jika malam menyuguhkan sepi
Ingin aku berpuisi
Sembari menari
Di atas lembah Sunyi
Lalu hingga datang sang pagi
Berselimut mentari menyejukkan hati

Jika pagi ternyata enggan merayap turun ke Bumi… 50 more words

Selarik Sajak