Label » Puisi

Jejak Kata

Kemana perginya mereka?

Mereka yang biasa berkerumun di kepala

Mereka yang biasa mewarnai hari-hari

Yang menjadi curahan hati

Pelepas beban, penat jiwa

Kemana perginya mereka? 78 more words

Puisi

Rindu Itu

Di buaian rindu yang mengalun sendu

Aku bertapa dan membersihkan diriku

Rapuh

Bak kayu lapuk berumur ratusan tahun

Aku perlu berlindung, dari angin ataupun tangan-tangan jahil yang linglung… 71 more words

Puisi

5. Kembali Kacau

Namun tak disangka semua terjadi kembali, meski ini berbeda dari yang pertama. Bermula ketika melihat bahayanya insan lain ketika bersamanya. Aku memaksanya untuk bersamaku, secara tak sadar memberi duri meski ingin membuat insan lain aman. 170 more words

Cerita

Negeriku Menghitam

Kasihan negeri ini

Seperti tak punya kepala

Benar kata dia itu

Mungkin kalau ada yang pimpin kita takkan gelisah

Ya sudahlah

Meski susah malam hari coba tidur tenang… 50 more words

Puisi

Untuk yang Terkasih

Kucinta pikiranmu
Yang selalu membuat isi kepalamu ringan
Kucinta hasratmu
Yang tidak memanggilku masuk di hidupmu
Kucinta gerakmu
Yang selalu penuh kehangatan
Kucinta baikmu
Yang menyembunyikan sisi jahatmu meski kutau… 45 more words

Writing

Sebuah Aliran

Ketika kesalahpahaman mengendap seperti kolestrol di pembuluh darah
Selama bertahun~tahun sampai saat ini
Meskipun darah berlalu lalang menghempasnya
Tak juga ia mencair, karena akalnya yang salah akan jadi rasa lapar yang terus menjadi rasa lapar. 95 more words

Writing

Puisi Mitsuha Untuk Taki

Aroma luwak white coffee serta lawakan Raditya Daki..

Takkan mampu menggantikan kebiasaanmu yg mengucap selamat pagi di siang hari..

Telat banget asli..

Namun hal itulah yang kunanti setiap hari.. 103 more words