Label » Sajak

Sepi

Aku kalut dalam larut;
Aku sendiri melawan sunyi;
Dipukuli.
Terpatung aku tak dapat melawan;
Bahkan desir udara menertawakan;
Sialan.
Aku kalah.
Aku mati.
Aku terkoyak sepi.

Diam, Cara Kita Mencintai

Aku mencintainya

Sama seperti aku mencintaimu, ucapmu.

Kemudian kita sama-sama diam

Kau memesan secangkir rasa gunda

dan sedikit risau

Aku memesan segelas sepi

dan sedikit rasa cemburu… 15 more words

Katabebas

Caramu Mengucapkan Selamat Tinggal

Aku mencintaimu

Katamu, sebelum kau pergi dan tak kembali lagi

Aku mengejanya berulang kali

Aku bertanya ke setiap orang

Agar aku paham maksud perkataanmu

Kata mereka: itu adalah ungkapan rasa sayang… 32 more words

Katabebas

Aku tak bilang apa-apa

Bagian dari diriku mengatakan ini tak apa
Bagian lain bilang aku bodoh
Bagian lain bilang aku terlalu sayang
Bagian lain bilang aku sudah tak punya perasaan… 7 more words

Poem

See You, Pak :)

August, 2014

Hi Father,

Long time no see.

I know we have no good stories as you hurt your family in the deepest sense.

But now I’ve finally started to recover from the memories. 12 more words

Sajak: Benteng

Benteng-benteng semakin diperkukuh
di pesisir, laluan, kota
teguh menjaga hak milik bersama
segalanya rapi diatur
dari mikro ke makro
berindukkan peta rahsia.

Daripada bahan-bahan terpilih… 52 more words

Sajak

Kepada yang Disebut dalam Doa

Kepada yang disebut dalam doa.
Hari ini telah aku putuskan untuk mengambil kemudi dan mengarahkannya pada sisi jalan lain. Sisi jalan itu baru menampakkan dirinya di permukaan ketika kusebut dalam doaku. 78 more words

Sastra