Label » Sajak

[POEM] Abang

Abang,
Kemarin kau bertandang.
Tapi, mengapa tak memandang?
Apa kau tidak senang?
Apa aku terlihat garang?
Atau aku kurang jalang?
Apa kutang kurang terpampang?
Apa pinggang kurang bergoyang? 44 more words

Poem

Di Tepian Furka Pass

Ketika pagi menyusut menjadi peputih di puncak-puncak ketinggian, di lobi hotel aku sedang menunggu bus warna kuning yang akan membawaku kembali kepada keramaian. Di sinilah aku lalu percaya kepada hidungku yang tak pernah mengelabui tentang aroma kopi yang menguar dari dapur, kepada mataku yang tak pernah mengaburi tentang kaki-kaki kabut dan gunung yang mulai mendekat, tentang pikirku yang tak pernah mengakali tentang kesementaraan dan kekekalan. 55 more words

Poem

Kesatria dan Kota Hujan

Kesatria baru tiba di kota itu pagi tadi. Pagi sekali. Kota yang katanya kota hujan. Kota hujan hanya hujan setiap malam datang. Sepanjang hari, matahari selalu bersinar cerah tanpa memberikan tanda kalau malam akan turun hujan. 419 more words

Sajak

Perempuan di Stasiun Jatinegara

Sore hari ketika aku hendak pulang
Aku pertama kali melihatmu
Duduk manis di peron stasiun jatinegara

Kau bergeser kesamping kursi yang panjang itu
Membiarkanku duduk disampingmu… 237 more words

Sajak

Daun Teratai

Daun Teratai

Siapakah di dunia bisa mendikte daun teratai untuk terbenam di dalam air

Hidup dalam dua dunia , basah dan kering

Pilihannya untuk tetap hidup seperti itu… 103 more words

Kalah Aku

Buai laju-laju
pejam erat matamu
Buai laju-laju
genggam kuat tanganmu

Terbanglah jiwa
terbang tinggi
pergi dikau jangan nangis
Tinggal dunia
selamanya indah
Tenang jiwa risau tiada… 17 more words

Rumit

Ada orang yang hidup dengan damai dan tidak menyadari arti menderita

Ada orang yang mati dan mereka sangat mengerti arti menderita

Ada orang yang ingin hidup selamanya, namun takdir berkata untuk mati secepatnya. 21 more words

Sajak