Label » Sajak

Yang Memang Tak Pernah Selesai

Sedang membaca sajak, doa, atau sebentuk apa?

jejak nafasmu masih tercetak
di permukaan kopi
seperti jejak nafasku masih tertanda
di permukaan kulitmu
ceceran kopi di punggung-punggung cangkir yang putih… 75 more words

Poem

Harum Cahaya

Mei bukan soal bulan penuh hal, melainkan pula buku-buku yang telah dibuang ke pendiangan di balik tempurung kepala.

Juni telah tiba, juga bukan soal hujan dan gerimisnya yang menggenangi kertas para penyair dengan puisi imaji mereka, melainkan apa lagi yang akan jadi batu bara untuk menyalakan tungku di balik tempurung kepala. 42 more words

Poem

Marhaban Ramadan

Sebentuk luka dalam sukma dan raga bersimpuh di hadapan waktu. Barangkali persuaan bisa menjadi obatnya. Selamat datang Ramadan. Peluk aku dengan erat di selingkung berkahmu. Dalam munajat sepenuh tabah. 12 more words

Poem

Malam Ramadan

Di masa yang penuh serpihan-serpihan sujud, sujud-sujud yang pura-pura atau setengah khusyuk, atau dengan sungai air mata, seharusnya aku ingat dengan ribuan lalai yang mengelilingi perasaan para pendosa. 50 more words

Poem

Yang Tabah Dipeluk Embun

Sebentuk niscaya pada mekarnya kembang malam dengan kelopaknya yang satu-satu jatuh menjadi butiran-butiran cahaya. Untuk sebuah ketekunan yang melebihi para pengimla kisah-kisah sejarah, malam adalah rajanya. 27 more words

Poem

Derita Abadi

Tanah pesisir memanggil hujan,
dari langit jatuh pesan-pesan perdamaian, basah, dingin,
angin gemetar, daun tunduk
Kota diam sepenuh takluk

Yang tak kausadari itu doa sepenuh hati… 81 more words

Poem

Duduk

untuk mengenang apa yang perlu dikenang,

naiki sampan yang kaupunya,

dayung ke tengah telaga,

bacakan untuk angin yang berembus

sajak-sajak 8 kwatrin

seperti ada yang datang, 29 more words

Poem