Label » Sufisme

Tafsir Rumi Tentang Makna Dari Cerita Nabi Dan Tawanannya

Baca: Cerita Nabi Dan Tawanannya

Dalam menafsirkan cerita Nabi dan tawanannya di atas, Maulana Rumi berkata: “Aku menceritakan kisah ini kepada Amir Barwanah, yang memiliki nama lengkap Mu’inuddin Sulaiman bin Muhaddzab al-Din ‘Ali al-Dailami (seorang pemuka dan menteri Saljuk Romawi, terbunuh pada 675 H di tangan tentara Mongol.

515 more words
Agama

Dzikir

Aku mengingat Engkau

Tak akan kenanganku

Walau dalam sekejap mata

Lepas dari Engkau

Aku mengingat Engkau

Tapi tak ada yang lebih mudah 

Dibanding kata yang gampang terucap  90 more words

Sufisme

Agama Cinta

Kemarin di ruang perkuliahan saya hadir seorang pembicara lulusan Harvard University (njuk ngopo nek lulusan Harvard) yang kompetensinya berkenaan dengan sufisme. Ia adalah salah satu dari sekian ratus umat Islam dalam satu dekade terakhir ini yang sangat berpengaruh di semesta alam. 446 more words

Daily Reflection

Menghidupkan Slametan di Era Sosmed


Sialnya akibat ketidakbagusan kemampuan bersosialisasi saya di masyarakat, jadi bisa saja yang saya rasakan dan pikirkan mengenai interaksi orang-orang itu tidak tepat. Mungkin sedang kelebihan berpikir aja. 381 more words

Shufi

Ulama Dan Pemimpin

Rasulullah SAW bersabda: “Seburuk-buruknya ulama adalah mereka yang mengunjungi para pemimpin, dan sebaik-baiknya para pemimpin adalah mereka yang mengunjungi ulama. Sebaik-baik pemimpin adalah ia yang berada di depan pintu rumah orang fakir, dan seburuk-buruk orang fakir adalah ia yang berada di depan pintu rumah pemimpin.”

386 more words
Agama

Sahabat

“Apa yang membebaniku dengan keluluhlantakan ini, jika dalam kefanaan tersimpan harta karun Sang Sultan.”

Pernyataan tersebut diucapkan Maulana Jalaluddin Rumi ketika bertemu Syamsuddin al-Tabrizi –seorang pria berperawakan tinggi, wajahnya padat berisi, serta kedua matanya dipenuhi oleh amarah dan kasih sayang.

611 more words
Agama

Manusia Yang Terikat Dengan Dunia

“Kalian adalah tawanan materai yang tak berharga dan kalian terhalang untuk mencapai hakikat.”

Pernyataan itu keluar dari seorang Bahauddin Muhammad, atau yang sering dikenal Baha’ Walad, adalah ayah dari Maulana Jalaluddin Rumi ketika sedang berdiskusi dan beradu argumentasi dengan para pembesar (raja-raja) Khawarizmi.

Agama